Sebanyak 92 persen investor individu di berbagai wilayah menyatakan ketertarikan pada investasi berkelanjutan berdasarkan laporan terbaru Morgan Stanley bertajuk Sustainable Signals: Individual Investors 2026 yang dirilis pada Selasa (5/5/2026). Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan perolehan 88 persen pada tahun sebelumnya.
Data yang dilansir dari Lestari menunjukkan peningkatan terbesar berasal dari kelompok investor yang mengaku sangat tertarik dengan angka mencapai 55 persen. Secara geografis, lonjakan minat tercatat di Amerika Utara sebesar 88 persen, Eropa 94 persen, dan Asia Pasifik mencapai 93 persen.
Motivasi utama di balik tren ini adalah harapan terhadap performa keuntungan finansial yang baik. Sebanyak 80 persen investor menjadikan aspek performa sebagai pendorong utama, sementara 40 persen lainnya berharap investasi berkelanjutan mampu melampaui hasil investasi tradisional di pasar modal.
| Wilayah | Minat 2025 (%) | Minat 2026 (%) |
|---|---|---|
| Eropa | 88 | 94 |
| Asia Pasifik | 92 | 93 |
| Amerika Utara | 84 | 88 |
Meskipun antusiasme meningkat, laporan tersebut mencatat adanya sedikit penurunan porsi dana yang dialokasikan dari 33 persen menjadi 31 persen. Hambatan seperti kekhawatiran terhadap greenwashing dan kurangnya transparansi data dilaporkan menjadi faktor penghalang bagi para pemilik modal.
Jessica Alsford, Kepala Bidang Keberlanjutan dan Ketua Institut Investasi Berkelanjutan di Morgan Stanley, menjelaskan posisi investor individu dalam memandang sektor ini sebagai sarana pencapaian target finansial sekaligus dampak sosial.
"Survei Sustainable Signals terbaru kami menunjukkan bahwa keuntungan finansial tetap menjadi alasan utama mengapa investor individu tertarik pada investasi berkelanjutan. Mereka ingin mendapatkan hasil yang setara dengan pasar sekaligus memberikan dampak nyata bagi dunia," ungkap Jessica Alsford, Kepala Bidang Keberlanjutan dan Ketua Institut Investasi Berkelanjutan di Morgan Stanley.
Kepala Bidang Keberlanjutan Morgan Stanley tersebut juga memaparkan pandangan responden mengenai peluang investasi di masa depan yang cenderung mengarah pada diversifikasi instrumen keuangan di sektor privat.
Sebanyak 64 persen investor kini mulai melirik peluang besar di pasar privat dibandingkan perusahaan publik untuk mendukung inovasi baru. Tren ini tercatat paling kuat pada kelompok investor yang sudah menempatkan modal besar di sektor berkelanjutan dengan angka partisipasi mencapai 55 persen.