MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Perkuat Jalur Pameran Dagang Regional

MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Perkuat Jalur Pameran Dagang Regional

Pusat pameran Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Indonesia pada Selasa (5/5/2026). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat jalur pameran dagang regional guna menangkap peluang pasar MICE Asia Pasifik yang diproyeksikan mencapai USD 231,49 miliar pada 2026.

Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia kini menjadi tumpuan ekonomi jasa dengan proyeksi pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 13,78 persen hingga 2032. Dilansir dari Suara, integrasi antarvenue ini menjadi langkah krusial dalam menghadapi peningkatan arus perdagangan intra-ASEAN yang kian kompetitif.

Chief Executive Officer MITEC, Mala Dorasamy, memberikan penegasan mengenai peran vital pusat pameran sebagai infrastruktur pendukung ekonomi di masa sekarang.

"Kami tidak hanya menjadi venue, tetapi juga platform yang mendorong perdagangan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan dampak ekonomi lintas negara," ujar Mala Dorasamy, Chief Executive Officer MITEC.

Kerja sama ini mencakup pertukaran informasi pasar, pemetaan peluang bisnis, hingga pengembangan pameran dagang secara bersama. Penguatan daya saing di level global menjadi fokus utama dari sinergi kedua perusahaan pengelola venue tersebut.

Managing Director NICE, Ryan Adrian, menekankan pentingnya bagi pelaku usaha untuk tidak lagi sekadar mengandalkan pasar domestik dalam menjalankan bisnisnya.

"Melalui kemitraan ini, kami dapat membuka peluang baru untuk pameran dagang, memperdalam kolaborasi industri, serta menciptakan nilai lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan," jelas Ryan Adrian, Managing Director NICE.

NICE mengelola fasilitas pameran seluas 130.000 meter persegi di kawasan PIK2 Jakarta yang dilengkapi dengan 11 aula pameran. Sementara itu, MITEC memiliki area seluas 52.000 meter persegi di Malaysia dan beroperasi di bawah naungan lembaga promosi perdagangan MATRADE.

Deputy CEO MITEC, Winnee Lim, menjelaskan bahwa kemitraan ini memiliki sifat implementatif dan non-eksklusif demi menjaga kelincahan perusahaan terhadap dinamika pasar global.

Sinergi ini diharapkan mengukuhkan posisi Asia Tenggara sebagai pusat kegiatan bisnis dunia. Kawasan ini diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan tercepat dalam sektor pariwisata dan bisnis hingga tahun 2031 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi