Warga di Jalan Marunda Empang, Cilincing, Jakarta Utara, dilingkupi keresahan akibat kemunculan seekor monyet liar sejak pekan lalu, yang juga telah menyerang seorang anak perempuan berinisial M (9) hingga mengalami luka parah pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Insiden penyerangan tersebut mengakibatkan korban harus segera dilarikan ke puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis akibat luka robek yang dideritanya, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Nenek korban, Badriah (57), menjelaskan bahwa cucunya diserang secara mendadak dari arah belakang saat sedang menjaga adiknya di sekitar rumah dan hendak memberi makan pisang kepada monyet peliharaan keluarga.
"Di puskesmas tuh dijahit sampai 30 jahitan," ucap Badriah.
Badriah bergegas menyelamatkan cucunya setelah mendengar teriakan histeris dari korban, namun primata tersebut sempat berbalik menyerangnya sebelum akhirnya melarikan diri ke deretan pepohonan sekitar.
"Pas dia lagi kasih, tahu-tahunya tuh dari belakang udah ditubruk aja sama dia (monyet liar). Dia jerit-jeritan, βNek, Nek, Nek, tolongin!β" ujar Badriah.
Badriah baru menyadari tingkat keparahan luka cucunya setelah melihat aliran darah yang deras, lalu segera mendekap bocah tersebut untuk dibawa berobat.
"Pas ngelihat, βYa Allah, darah mulu!β Jadi saya dekap lagi dia, itu darah ngalir aja," kata Badriah.
Monyet liar itu sendiri diketahui sudah berkeliaran di lingkungan RT 07 RW 07 Marunda Empang sejak Senin (18/5/2026) dan sering berpindah tempat di atas atap rumah warga serta pepohonan.
"Udah seminggu dia di sini keliaran. Pertama kali muncul hari Senin (18/5/2026)," ungkap Badriah.
Keberadaan hewan liar yang belum tertangkap ini memicu ketakutan mendalam bagi masyarakat setempat, terutama bagi anak-anak yang kini tidak lagi berani bermain di area luar rumah.
"Tadi aja ada di situ di mesin cuci," kata Badriah.
Badriah menambahkan bahwa dirinya sekarang harus selalu waspada dan terburu-buru setiap kali ingin bepergian menggunakan sepeda motor karena takut diserang kembali.
"Anak-anak yang biasa pada main di luar, nggak berani," ujar Badriah.
Upaya pencarian sempat dilakukan oleh warga bersama aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran sesaat setelah insiden, namun hingga hari Kamis (21/5/2026) hewan tersebut belum juga tertangkap.
"Saya enggak berani keluar. Saya kalau mau naik motor buru-buru dari dalam naik langsung ngacir, soalnya takut dia lari di situ," kata Badriah.
Situasi ini memicu desakan dari warga lain yang mengkhawatirkan keselamatan anak-anak serta balita yang jumlahnya sangat banyak di kawasan Marunda.
"Harusnya ada penjagaan yang lebih ekstra lah gitu. Supaya jangan terjadi sama anak-anak lain lagi," tutur Neneng Nur Aeni (40), seorang warga sekitar.
Neneng menyatakan bahwa lingkungan mereka sebelumnya selalu aman dan tidak pernah menghadapi gangguan monyet liar, sehingga muncul dugaan satwa tersebut merupakan lepasan dari wilayah lain.
"Di Marunda sini banyak-banyak banget anak kecil. Balita aja banyak," kata Neneng.
Warga mensinyalir monyet itu datang dari Bojong, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, menyusul adanya kabar mengenai kawanan monyet liar yang sempat menyerang warga di daerah tersebut.
"Dari dulu tuh aman, nggak pernah ada rusuh monyet gini, baru-baru tahun inilah," ujar Neneng.
Berdasarkan informasi yang diterima Neneng, awalnya terdapat tujuh ekor monyet liar yang berkeliaran di kawasan Bekasi, di mana tiga ekor di antaranya dilaporkan telah dilumpuhkan petugas.
"Nggak tahu itu katanya monyet ada tujuh, tapi kan larinya ke mana kita nggak tahu. Pas kemari-mari itu, jangan-jangan monyet dari sana," kata Neneng.