Monyet Liar Serang Anak di Cilincing Jakarta Utara

Monyet Liar Serang Anak di Cilincing Jakarta Utara

Seekor monyet liar menyerang seorang anak berinisial M hingga mengalami luka parah di kawasan pemukiman Jalan Marunda Empang, Cilincing, Jakarta Utara pada Rabu (20/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, satwa tersebut dilaporkan telah berkeliaran di lingkungan warga selama hampir sepekan dan belum berhasil ditangkap.

Insiden penyerangan tersebut mengakibatkan korban yang berusia sembilan tahun harus segera dilarikan ke puskesmas terdekat. Berdasarkan catatan medis, bocah tersebut mendapat total 30 jahitan pada luka gigitannya.

Nenek korban, Badriah, menjelaskan bahwa satwa liar tersebut sudah terlihat di sekitar pemukiman sejak Senin (18/5/2026). Hewan tersebut kerap berpindah-pindah tempat dari atas atap rumah warga hingga ke pepohonan sekitar.

"Udah seminggu dia di sini keliaran. Pertama kali muncul hari Senin (18/5/2026)," kata Badriah.

Menurut penuturannya, intensitas kemunculan primata tersebut tergolong tinggi karena hampir setiap hari datang ke area perumahan warga.

"Setiap hari emang datang," ucap Badriah.

Upaya penangkapan yang dilakukan oleh warga bersama aparat setempat sejauh ini belum membuahkan hasil. Satwa tersebut bahkan masih terlihat berada di area rumah warga pada Kamis (21/5/2026).

"Tadi aja ada di situ di mesin cuci," ujar Badriah.

Kronologi kejadian bermula saat korban sedang bersama adiknya di halaman depan rumah untuk memberi makan pisang kepada monyet peliharaan keluarga. Secara mendadak, seekor monyet liar lain muncul dari arah belakang dan langsung menerkam korban.

"Pas dia lagi kasih, tahu-tahunya tuh dari belakang udah ditubruk aja sama dia (monyet liar). Dia jerit-jeritan, β€˜Nek, Nek, Nek, tolongin!’" ujar Badriah.

Mendengar teriakan tersebut, Badriah langsung berupaya memberikan pertolongan, namun dirinya sempat ikut diserang sebelum hewan tersebut melarikan diri.

"Pas ngelihat, β€˜Ya Allah, darah mulu!’ Jadi saya dekap lagi dia, itu darah ngalir aja," kata Badriah.

Pihak keluarga kemudian langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan guna penanganan luka robek yang dideritanya.

"Di puskesmas tuh dijahit sampai 30 jahitan," ucap Badriah.

Kondisi ini memicu keresahan yang mendalam bagi masyarakat setempat, mengingat kawasan Marunda merupakan area padat penduduk yang dipenuhi anak-anak.

"Ya dari sekarang sampai sebelum monyet itu tertangkap semua, harusnya ada penjagaan yang lebih ekstra lah gitu," kata Neneng Nur Aeni, warga lainnya.

Neneng menegaskan perlunya peningkatan pengawasan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi munculnya korban baru dari kalangan balita.

"Di Marunda sini banyak-banyak banget anak kecil. Balita aja banyak," kata Neneng.

Artikel terkait

Rekomendasi