MSCI Keluarkan 19 Saham Indonesia dari Indeks Global Mei 2026

MSCI Keluarkan 19 Saham Indonesia dari Indeks Global Mei 2026

Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah merilis hasil tinjauan berkala untuk periode Mei 2026 pada Rabu (13/5/2026). Pengumuman ini menjadi sorotan tajam bagi para pelaku pasar modal di tanah air.

Keputusan rebalancing kali ini cukup mengejutkan karena jumlah emiten asal Indonesia yang tereliminasi melampaui prediksi awal. Hal tersebut berdampak langsung pada pergerakan pasar saham domestik.

Merujuk laporan yang dikutip dari Money, MSCI mendepak enam emiten dari kelompok MSCI Global Standard Indexes. Selain itu, terdapat 13 emiten lainnya yang juga keluar dari jajaran MSCI Small Cap Indexes.

Seluruh perubahan komposisi ini direncanakan berlaku efektif pada 1 Juni 2026. Penyesuaian portofolio akan dilakukan para investor setelah penutupan perdagangan di tanggal 29 Mei 2026.

Indeks MSCI memegang peranan krusial sebagai panduan bagi manajer investasi dan dana indeks pasif di seluruh dunia. Penghapusan saham dari indeks ini biasanya memicu aksi jual oleh investor institusi asing.

Sentimen negatif tersebut langsung tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data RTI Business, IHSG merosot 1,98 persen atau berkurang 135,57 poin ke posisi 6.723,32 pada Rabu (13/5/2026).

Berikut adalah rincian enam perusahaan Indonesia yang resmi dikeluarkan dari keanggotaan MSCI Global Standard Indexes:

Daftar Saham Keluar dari MSCI Global Standard Mei 2026
Nama PerusahaanKode Saham
AMMNBREN
TPIADSSA
CUANAMRT

Meskipun namanya keluar dari kategori Global Standard Indexes, saham AMRT diketahui hanya berpindah posisi ke dalam MSCI Small Cap Indexes.

Perubahan pada MSCI Small Cap Indexes

Selain indeks utama, MSCI melakukan perombakan besar pada kategori Small Cap Indexes untuk pasar Indonesia. Tercatat ada 13 emiten yang harus meninggalkan kategori ini.

Daftar Saham Keluar dari MSCI Small Cap Indexes Mei 2026
Nama PerusahaanKode Saham
PT Aneka Tambang TbkANTM
PT Astra Agro Lestari TbkAALI
PT Bank Aladin Syariah TbkBANK
PT Bumi Serpong Damai TbkBSDE
PT Dharma Satya Nusantara TbkDSNG
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TbkSIDO
PT Midi Utama Indonesia TbkMIDI
PT Mitra Keluarga Karyasehat TbkMIKA
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TbkTKIM
PT Pacific Strategic Financial TbkAPIC
PT Sawit Sumbermas Sarana TbkSSMS
PT Triputra Agro Persada TbkTPAG
PT MNC Digital Entertainment TbkMSIN

Realisasi rebalancing ini jauh lebih luas dibandingkan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya, OJK melalui Friderica Widyasari Dewi sempat memberikan indikasi mengenai potensi keluarnya beberapa emiten.

"MSCI sudah mengumumkan kebijakan freeze sehingga tidak ada saham baru yang masuk ke indeks, tetapi ada kemungkinan saham lama keluar," kata Friderica Widyasari Dewi dalam keterangannya.

Analisis pasar sebelumnya hanya memfokuskan risiko pada saham BREN dan DSSA karena konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Namun, fakta menunjukkan total 19 emiten yang tereliminasi dari seluruh jajaran indeks global tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi