MSCI Membekukan Penyesuaian Berkala Saham GOTO Akibat Harga Stagnan

MSCI Membekukan Penyesuaian Berkala Saham GOTO Akibat Harga Stagnan

Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan proses penyesuaian berkala atau rebalancing saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada Mei 2026 akibat harga saham yang tertahan di level minimum Rp50 per lembar, dilansir dari Suara pada Kamis (28/5/2026).

Kebijakan penundaan tersebut memicu risiko keluarnya GOTO dari MSCI Global Standard Indexes yang berpotensi menurunkan minat serta memicu keluarnya investor asing dari pasar modal Indonesia.

Likuiditas saham GOTO yang rendah pada tingkat harga tersebut dinilai menimbulkan masalah replikasi, setelah pergerakannya terus merosot sebesar 21,88 persen sejak awal tahun dari harga Rp69 per lembar.

"Adapun, kebijakan ini berlaku untuk MSCI Global Investable Market Indexes maupun indeks non-market capitalization weighted lainnya, seperti MSCI Factor, Sustainability & Climate, Thematic, dan Capped Indexes," tulis MSCI dalam laporannya.

Penurunan nilai pasar ini tercatat sangat signifikan apabila dibandingkan dengan harga penawaran umum perdana (IPO) GOTO yang mencapai Rp338 per lembar saham.

Analis dari KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Andriyanti lewat risetnya pada 26 Mei 2026 menjelaskan bahwa kinerja keuangan perusahaan sebenarnya menunjukkan perbaikan melalui raihan laba bersih kuartal pertama sebesar Rp258 miliar.

"Namun, Pemerintah dilaporkan telah menyetujui pembatasan komisi platform ojek online sebesar 8 persen. Kami memperkirakan hal ini dapat mengurangi tingkat komisi bersih bisnis utama sebesar 170 bps menjadi 17,2 persen dan membebani pendapatan bisnsin hingga 35,7 persen pada proyeksi tahun 2026," ucap Atikah dalam risetnya.

Pertumbuhan positif juga terlihat pada sektor keuangan lewat GoPay dengan capaian EBITDA yang melonjak 674,5 persen secara tahunan serta portofolio pinjaman sebesar Rp9,9 triliun.

"Profil NPL yang stabil mencerminkan penjaminan kredit berbasis data GoPay, yang didukung oleh data ekosistem tertutup, akuisisi peminjam selektif, eksposur tenor pendek, dan penagihan yang disiplin," imbuhnya.

Pihak sekuritas tetap memberikan rekomendasi beli untuk saham GOTO dengan menetapkan target harga pada level Rp58 per lembar saham.

"Kami menegaskan kembali rekomendasi Beli kami dengan target harga Rp 58 per saham yang menyiratkan potensi kenaikan 16,2 persen," katanya.

Meskipun demikian, Atikah mengingatkan terdapat sejumlah risiko utama seperti ketatnya persaingan, tekanan regulasi komisi, potensi kredit macet, hingga tekanan penjualan dari pemegang saham pra-IPO.

Artikel terkait

Rekomendasi