Tokoh muda Muzammil Hasballah bersama ekosistem media muslim Habits Media Network menggelar kenduri kurban bagi 3.000 keluarga korban bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Jumat (29/5/2026). Kegiatan komunal di halaman Masjid Baitussattar ini dilansir dari Suara bertujuan sebagai metode penyembuhan trauma bagi masyarakat terdampak.
Sebanyak 457 pekurban dari berbagai kota di Indonesia berpartisipasi dalam gerakan solidaritas digital yang berjalan selama 48 jam. Dari penggalangan dana kolektif tersebut, penyelenggara menyembelih 29 ekor sapi dan 27 ekor domba berkualitas secara berkala hingga hari terakhir Tasyrik.
Program kemanusiaan ini turut memulihkan sektor ekonomi lokal yang lesu pasca-bencana. Seluruh hewan kurban dibeli langsung dari para peternak tradisional di wilayah Aceh untuk memutar kembali roda perekonomian masyarakat setempat.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, hadir langsung di tengah warga dan mengapresiasi adanya bantuan psikososial serta pangan di wilayahnya tersebut.
"Saya bersyukur dan bangga melihat kepedulian yang hadir secara nyata untuk masyarakat kami yang sedang diuji. Bantuan psikososial dan pangan lewat ibadah kurban ini membawa kebahagiaan luar biasa serta menyuntikkan semangat baru bagi warga yang sedang merangkak bangkit dari masa-masa sulit pasca-banjir," ungkap Sibral Malasyi, Bupati Pidie Jaya.
Penyaluran logistik pangan bernutrisi ini juga menyasar beberapa wilayah kritis lain di Aceh yang terdampak banjir. Muzammil Hasballah ikut membaur secara langsung dalam prosesi distribusi daging dan pelaksanaan kenduri bersama para penyintas banjir.
"Semua ini adalah ketetapan Allah yang menggerakkan hati orang-orang baik. Apa yang beberapa hari lalu berupa niat digital, hari ini menjadi hidangan nyata yang menghapus duka di meja-meja makan saudara kita di Aceh. Ini adalah bukti bahwa solidaritas umat masih sangat kuat untuk memulihkan duka sesama," tutur Muzammil Hasballah, Tokoh Muda Islam.
Gerakan sosial berbasis digital ini menyebarluas ke jutaan audiens berkat dukungan masif dari berbagai media komunitas. Beberapa media yang terlibat meliputi Muslimvox, Taubatters, Kawan Hawa, Quran Review, dan Ngajilah.