Pertumbuhan sektor tenaga kerja non-pertanian Amerika Serikat mencatatkan angka 115.000 pekerjaan baru pada bulan April 2026, sebuah pencapaian yang secara signifikan melampaui konsensus awal pasar sebesar 62.000 posisi.
Laporan ketenagakerjaan yang dirilis pada Jumat (8/5) tersebut mengonfirmasi tingkat pengangguran tetap stabil pada angka 4,3 persen, sesuai dengan estimasi para analis sebelumnya sebagaimana dilaporkan oleh FXStreet.
Meskipun data Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan hasil yang positif, indeks dolar AS (DXY) justru terpantau melemah ke level 97,90, mendekati titik terendah dalam beberapa pekan terakhir yang sempat menyentuh angka 97,62.
Data sekunder dalam laporan April menunjukkan penurunan tipis pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja menjadi 61,8 persen dari angka sebelumnya 61,9 persen pada bulan Maret.
Inflasi upah tahunan yang diukur melalui Pendapatan Rata-Rata Per Jam meningkat menjadi 3,6 persen dari 3,4 persen, namun angka ini masih berada di bawah perkiraan para analis yang memprediksi kenaikan sebesar 3,8 persen.
Penurunan nilai dolar AS dilaporkan lebih berkaitan dengan optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan antara Washington dan Teheran, meskipun terjadi gesekan senjata di Selat Hormuz sepanjang pekan ini.
Kondisi pasar modal di Wall Street terpantau menguat sebagai respons atas perpaduan antara data ekonomi domestik yang tangguh dan harapan berakhirnya ketegangan geopolitik yang membebani mata uang Greenback.