Indeks Nikkei 225 Tembus Rekor 62.000 Saat Pasar Asia Menguat

Indeks Nikkei 225 Tembus Rekor 62.000 Saat Pasar Asia Menguat

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 5 persen hingga menembus rekor 62.833,84 pada penutupan perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, menyusul optimisme investor terhadap potensi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan signifikan ini terjadi di seluruh pasar Asia-Pasifik setelah Presiden Donald Trump memberikan sinyal diplomasi untuk mengakhiri ketegangan di Timur Tengah.

Data dari bursa menunjukkan Nikkei sempat menyentuh level psikologis 63.091,14 sebelum akhirnya parkir di posisi 62.833,84, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Sektor semikonduktor dan teknologi menjadi motor utama kenaikan, dengan saham Ibiden melonjak 22,4 persen, Sumco Corp naik 19,74 persen, dan Softbank melesat lebih dari 18 persen.

Sentimen positif pasar dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump melalui unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa operasi militer Amerika Serikat dapat berakhir jika Teheran menyetujui kesepakatan damai. Dilansir dari CNBC, Trump menyatakan blokade angkatan laut di Teluk Oman akan dibuka untuk umum, termasuk bagi Iran, jika kesepakatan tercapai.

Di sisi lain, pasar obligasi pemerintah Jepang (JGB) juga mengalami reli setelah libur panjang, sementara nilai tukar yen stabil di posisi 156,375 per dolar AS. Para pelaku pasar mengalihkan fokus dari konflik energi ke prospek pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya telah mendorong indeks Wall Street mencapai rekor tertinggi baru.

Takamasa Ikeda, manajer portofolio senior di GCI Asset Management, memberikan analisis mengenai pergerakan pasar tersebut.

"Today’s sharp gain of the Nikkei was led by the strong performance of chip shares, driven by Advanced Micro Devices’s strong forecast," kata Takamasa Ikeda, Senior Portfolio Manager di GCI Asset Management.

Ikeda menambahkan bahwa meskipun rincian proposal perdamaian masih terbatas, pasar memiliki ekspektasi tinggi bahwa eskalasi militer lebih lanjut tidak akan terjadi.

"The contents of the U.S.-Iran peace proposals are thin, but there is an expectation in the market that further military action will not take place," ujar Takamasa Ikeda, Senior Portfolio Manager di GCI Asset Management.

Namun, tidak semua sektor menikmati penguatan ini karena saham-saham eksportir dan pertambangan justru mengalami tekanan akibat stabilnya harga minyak dan penguatan yen.

"The automakers remain weak as the environment has become severe with intensifying global competition," kata Hiroyuki Ueno, Chief Strategist di Sumitomo Mitsui Trust Asset Management.

Ueno juga mencatat bahwa sektor otomotif mungkin tidak akan lagi menikmati keuntungan dari pelemahan yen pada tahun fiskal ini.

"Besides that, they may not enjoy benefits of the weak yen in the current fiscal year," ujar Hiroyuki Ueno, Chief Strategist di Sumitomo Mitsui Trust Asset Management.

Berdasarkan risalah rapat Bank of Japan (BoJ) bulan Maret yang dirilis Kamis, anggota dewan melihat adanya kebutuhan untuk menaikkan suku bunga jika guncangan energi akibat konflik berlangsung lama. Saat ini, imbal hasil obligasi 10-tahun Jepang turun ke level 2,475 persen seiring meredanya kekhawatiran inflasi.

Artikel terkait

Rekomendasi