Perusahaan teknologi Nvidia melaporkan pencapaian pendapatan sebesar 81,62 miliar dolar AS pada kuartal pertama fiskal yang berakhir 26 April 2026, didorong oleh tingginya permintaan global terhadap infrastruktur kecerdasan buatan.
Dilansir dari Yahoo Finance dan Morningstar, raksasa cip tersebut juga mencatatkan laba bersih sebesar 58,32 billion dolar AS. Nilai pendapatan ini melonjak 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus melampaui target panduan perusahaan sebesar 78 miliar dolar AS.
Bersamaan dengan pengumuman kinerja keuangan tersebut, manajemen Nvidia menyetujui otorisasi pembelian kembali saham atau buyback senilai 80 miliar dolar AS serta menaikkan dividen bagi para pemegang saham. Meski mencetak rekor keuntungan, reaksi awal pasar saham cenderung datar karena investor masih mempertimbangkan keberlanjutan permintaan infrastruktur AI dalam jangka panjang.
Sektor pusat data menjadi kontributor utama dengan menyumbang pendapatan sebesar 75,2 miliar dolar AS atau naik 92 persen secara tahunan. Separuh dari pendapatan pusat data tersebut berasal dari pelanggan skala besar atau hyperscaler, termasuk penyedia layanan cloud besar, yang bernilai 37,9 miliar dolar AS.
Sementara itu, lini bisnis jaringan Ethernet Nvidia ikut mengalami lonjakan tiga kali lipat secara tahunan menjadi hampir 15 miliar dolar AS. Perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal berikutnya yang berakhir April akan mencapai 91 miliar dolar AS, lebih tinggi dari estimasi konsensus FactSet sebesar 87,2 miliar dolar AS.