Pertumbuhan positif pada bisnis pembiayaan perdagangan atau trade finance sukses dipertahankan oleh PT Bank OCBC NISP Tbk di tengah situasi pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah. Aktivitas perdagangan nasabah yang terjaga menjadi pendorong utama kinerja pembiayaan tersebut, sebagaimana dilansir dari Keuangan pada akhir pekan lalu.
Kondisi naik turunnya kurs mata uang lokal saat ini memberikan pengaruh langsung pada sektor ini karena layanan pembiayaan perdagangan sangat bergantung pada dinamika ekspor dan impor. Kendati menghadapi tantangan mata uang, permintaan fasilitas finansial bagi perdagangan internasional tercatat masih kuat, khususnya pada area bisnis yang memiliki keterbatasan paparan pasar global.
Pihak manajemen menyatakan bahwa portofolio ekspor-impor perusahaan terus menunjukkan performa yang sejalan dengan pergerakan bisnis para klien. Ekspansi jangkauan konsumen juga aktif dilakukan guna memperbanyak portofolio dari kategori korporasi hingga komersial.
"Secara portofolio, bisnis trade finance OCBC masih tumbuh sejalan dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan nasabah," kata Gianto Kusno, Head of Transaction Banking OCBC.
Langkah strategis ke depan akan difokuskan pada penguatan ekosistem solusi menyeluruh demi memfasilitasi kebutuhan para pelaku usaha dari berbagai lini transaksi. Optimisme terhadap keberlanjutan bisnis ini tetap dijaga melalui penyediaan instrumen finansial yang terintegrasi.
"Ke depan, kami tetap optimistis terhadap prospek bisnis trade finance. Fokus kami adalah memperkuat solusi end-to-end bagi nasabah, mulai dari trade finance, supply chain financing, hingga treasury dan foreign-exchange," ucap Gianto Kusno, Head of Transaction Banking OCBC.