Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio klaim lini asuransi kredit di industri asuransi umum dan reasuransi gabungan membaik menjadi 97 persen per Maret 2026. Data yang dilansir dari Keuangan menunjukkan angka tersebut menurun dari posisi per Februari 2026 yang sempat mencapai 108,40 persen.
Indikasi perbaikan rasio klaim lini asuransi kredit yang sejalan dengan tren industri catatan OJK tersebut turut dirasakan oleh PT Asuransi Asei Indonesia. Penurunan angka klaim ini dipengaruhi oleh sejumlah langkah strategis yang mulai diterapkan oleh pelaku industri.
Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe menjelaskan bahwa perbaikan situasi ini secara umum dipicu oleh sikap perusahaan asuransi yang mulai lebih selektif dalam melakukan underwriting. Selain itu, pembatasan penyaluran kapasitas penjaminan kredit juga dilakukan, khususnya pada sektor-sektor dengan profil risiko tinggi.
Faktor lain yang mendukung perbaikan ini adalah kualitas portofolio kredit perbankan serta multifinance yang mulai membaik dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut ditopang oleh program restrukturisasi kredit yang masih berjalan dan pemulihan aktivitas usaha debitur di beberapa sektor ekonomi.
"Selain itu, perusahaan asuransi juga mulai melakukan repricing premi agar lebih sesuai dengan profil risiko. Dengan demikian, keseimbangan antara premi dan potensi klaim menjadi lebih terjaga," katanya kepada Kontan, Jumat (22/5).
Menurut penjelasan Dody, peningkatan pengawasan terhadap kualitas debitur serta pengetatan koordinasi dengan lembaga penyalur kredit turut menjadi faktor pendorong perbaikan rasio klaim lini asuransi kredit ini. Kendati demikian, pelaku industri tetap harus waspada terhadap potensi kenaikan rasio klaim di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Dody memproyeksikan beberapa tantangan seperti tekanan suku bunga tinggi, penurunan daya beli, fluktuasi nilai tukar, hingga perlambatan sektor usaha tertentu masih berisiko memengaruhi kemampuan bayar para debitur.
"Jika kualitas kredit di sektor riil mengalami penurunan, risiko gagal bayar yang menjadi underlying asuransi kredit juga berpotensi meningkat," ungkapnya Dody Dalimunthe, Direktur Utama Asuransi Asei.
Sektor asuransi kredit dinilai masih menjadi salah satu lini usaha yang sangat sensitif terhadap dinamika ekonomi makro. Rasio klaim dapat kembali merangkak naik apabila terjadi tekanan ekonomi yang berkepanjangan atau lonjakan Non Performing Loan (NPL) pada sektor perbankan dan pembiayaan.