OJK Dorong Bank KBMI 3 Naik Kelas untuk Perkuat Daya Saing Global

OJK Dorong Bank KBMI 3 Naik Kelas untuk Perkuat Daya Saing Global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bank-bank yang berada di kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 memiliki kapasitas yang cukup untuk naik kelas menjadi KBMI 4.

Langkah penguatan ini, seperti dilansir dari Keuangan, diarahkan melalui peningkatan permodalan serta konsolidasi perbankan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa kenaikan kelas tersebut sejalan dengan upaya memperkuat struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan domestik.

"Untuk menghadapi dinamika perekonomian domestik dan global serta perkembangan dan inovasi teknologi informasi diperlukan penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan nasional," ujar Dian dalam jawaban tertulis, Sabtu (16/5/2026).

OJK memandang bank dengan modal inti di atas Rp 14 triliun hingga Rp 70 triliun dapat mengoptimalkan penghimpunan dana untuk ekspansi bisnis dan penyaluran kredit setelah masuk kategori KBMI 4.

Peningkatan kelas ini juga diharapkan mampu memicu efisiensi dalam penyajian layanan teknologi informasi bagi para nasabah.

"OJK akan senantiasa mendorong kenaikan kelas bank-bank KBMI 3 menjadi KBMI 4," katanya.

Lebih lanjut, pembentukan bank berskala besar diproyeksikan mampu mendongkrak posisi perbankan Indonesia di level internasional dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Meskipun demikian, OJK menegaskan bahwa proses penguatan ini diaplikasikan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan komunikasi dua arah dengan pelaku industri.

"Arah kebijakan ini merupakan proses penguatan bertahap dan terukur, mengedepankan dialog dengan industri, dan berorientasi pada terciptanya perbankan yang lebih kuat, efisien, inovatif," ujar Dian.

Kebijakan penguatan ini dipastikan tetap fokus pada pemeliharaan stabilitas sistem keuangan sekaligus perlindungan bagi nasabah.

Dian sebelumnya memprediksi terdapat dua hingga tiga bank KBMI 3 yang berpotensi naik kelas pada tahun ini.

Hal tersebut disesuaikan dengan rencana penambahan enam bank baru ke dalam jajaran KBMI 4 pada tahun 2027 mendatang.

"Kami perkirakan tahun ini dua atau tiga bank masuk ke KBMI 4," ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Di sisi lain, sejumlah bank menunjukkan dinamika kinerja keuangan yang beragam terkait pertumbuhan laba, kredit, dan modal inti.

PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan penurunan laba sebesar 2,2% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1,76 triliun, dengan pertumbuhan kredit sebesar 2,2% yoy mencapai Rp 235,1 triliun.

Walakin, modal inti CIMB Niaga mengalami kenaikan menjadi Rp 56,63 triliun dari posisi Rp 53,23 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, PT Bank Permata Tbk membukukan pertumbuhan laba sebesar 16,6% yoy menjadi Rp 920 miliar, meskipun ekspansi kreditnya bergerak terbatas di angka 2,8% yoy sebesar Rp 161 triliun.

Modal inti Bank Permata tercatat meningkat menjadi Rp 54,96 triliun dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp 52,22 triliun.

Di tempat berbeda, PT Bank Panin Tbk mengalami koreksi laba sebesar 0,82% yoy menjadi Rp 743,3 triliun, yang beriringan dengan penurunan penyaluran kredit sebesar 2,74% yoy menjadi Rp 125,17 triliun.

Kendati demikian, Bank Panin berhasil menjaga posisi modal intinya bergerak naik menjadi Rp 51,33 triliun dari capaian sebelumnya sebesar Rp 51,30 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi