OJK Kantongi 75 Rencana Penawaran Umum Saham dan EBUS

OJK Kantongi 75 Rencana Penawaran Umum Saham dan EBUS

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan adanya 75 rencana penawaran umum saham dan efek bersifat utang dalam pipeline instansi pada Jumat (5/6/2026) di Jakarta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari perwujudan peran pasar modal domestik untuk pendanaan jangka panjang korporasi.

Nilai indikatif dari total rencana penawaran umum tersebut diperkirakan mencapai Rp56,93 triliun, yang di dalamnya mencakup 15 aksi penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Akumulasi nilai untuk perkiraan rencana IPO itu sendiri berada pada angka Rp3,65 triliun, sebagaimana dilansir dari Investasi.

Penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal tercatat sudah menyentuh angka Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026. Data OJK menunjukkan realisasi tersebut ditopang oleh berbagai aksi korporasi, termasuk satu IPO senilai Rp300 miliar dan satu Penawaran Umum Terbatas (PUT) sebesar Rp140 miliar.

Selain itu, terdapat pula penerbitan enam Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan nilai Rp4,3 triliun. Realisasi pendanaan terbesar datang dari 51 penerbitan PUB EBUS Tahap I dan II yang mencapai nilai Rp63,44 triliun.

"Hingga akhir Mei 2026, nilai penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal mencapai Rp 68,18 triliun," jelas Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK.

Dalam rencana ke depan yang terdaftar di pipeline OJK, korporasi juga bersiap melakukan aksi PUT dan penerbitan surat utang baru. Tercatat ada 13 korporasi yang merencanakan PUT dengan proyeksi nilai sebesar Rp11,12 triliun.

Sektor surat utang juga terus bergerak dengan adanya satu rencana penerbitan EBUS senilai Rp2 triliun. Sementara itu, rencana penerbitan untuk PUB EBUS Tahap I dan II terdata sebanyak 46 rencana dengan total nilai indikatif sebesar Rp7,47 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi