Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai keberadaan bank asing tetap menjadi bagian penting dalam struktur industri perbankan nasional, seperti dikutip dari Keuangan. Kontribusi tersebut terlihat nyata dalam pembiayaan ekonomi, investasi, hingga penguatan integrasi keuangan global di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa kontribusi bank asing masih cukup signifikan. Walaupun demikian, industri perbankan domestik saat ini tetap mendominasi pasar tanah air.
Berdasarkan data OJK per Maret 2026, pangsa pasar bank asing dan kantor cabang bank asing mencapai 23,75% dari total aset industri perbankan nasional. Selain itu, institusi tersebut menguasai 21,02% dari total kredit yang disalurkan.
“Keberadaan institusi perbankan dengan afiliasi regional maupun global diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan industri jasa keuangan nasional,” ujar Dian dalam jawaban tertulis, Senin (18/5/2026).
OJK menegaskan bahwa peran bank asing tidak terbatas pada fungsi intermediasi keuangan semata. Kontribusi ini juga mencakup transfer pengetahuan, peningkatan tata kelola perusahaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga inovasi teknologi perbankan.
Keterlibatan institusi keuangan global ini menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing sektor jasa keuangan Indonesia. Hal ini krusial di tengah meningkatnya konektivitas ekonomi regional dan global.
Meskipun bank asing memiliki peran penting, struktur industri perbankan Indonesia masih didominasi oleh kelompok bank domestik. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi kelompok yang mendominasi pasar tersebut.
Hingga Maret 2026, Himbara tercatat menguasai 47,13% total aset industri perbankan nasional. Kelompok bank milik negara ini juga menyalurkan 51,41% dari total kredit, yang menunjukkan dominasi kuat dalam menopang pembiayaan ekonomi domestik.
Penyaluran Kredit Valas dan Integrasi Bisnis
Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa bank asing memiliki peran strategis, terutama dalam penyaluran kredit valuta asing untuk mendukung kegiatan ekspor-impor. Bank asing juga memfasilitasi foreign direct investment (FDI) serta pembiayaan proyek berskala besar.
“Bank asing juga berperan dalam menganalisis dan mitigasi risiko investasi serta memperkuat alternatif struktur pendanaan sehingga memberikan keyakinan bagi investor,” jelasnya.
Dalam perkembangan terbaru, PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan MUFG Bank Ltd tengah menjajaki integrasi operasional bisnis di Indonesia. Bank Danamon Indonesia Tbk menjadi bagian dari dinamika konsolidasi tersebut.
OJK menilai langkah penjajakan tersebut sebagai bagian dari tren integrasi industri perbankan global yang semakin erat dan kompleks.
Namun, regulator menegaskan bahwa setiap aksi korporasi di sektor jasa keuangan tetap harus melalui evaluasi menyeluruh. Proses tersebut wajib mengedepankan prinsip transparansi, kehati-hatian, dan pengawasan ketat.
“OJK akan terus mendorong terciptanya industri jasa keuangan yang sehat, kompetitif, dan memberikan manfaat optimal bagi perekonomian Indonesia,” katanya.