Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprioritaskan peningkatan kualitas dan integritas pasar modal Indonesia di tengah sentimen pengumuman rebalancing indeks MSCI pada Senin (11/5/2026). Langkah reformasi ini bertujuan memperkuat fundamental bursa nasional meskipun harus menghadapi fluktuasi indeks dalam jangka pendek.
Sebagaimana dilansir dari Suara, penyesuaian saham dalam indeks global tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola pasar modal. Pemerintah juga telah menaikkan standar porsi saham publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen guna menarik minat investor mancanegara.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyamakan proses reformasi ini dengan pemulihan kesehatan manusia yang memerlukan masa tidak nyaman. Ia menilai guncangan harga saat ini adalah konsekuensi demi pasar yang kredibel.
"Saya sudah beberapa kali bilang bahwa dengan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya," tutur Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.
Friderica menekankan bahwa transparansi informasi dan granularitas data Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di kawasan. Hal ini menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk mempertahankan status Emerging Market dalam evaluasi besar yang dijadwalkan pada Juni mendatang.
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa kriteria High Shareholding Concentration (HSC) menjadi perhatian utama. Saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi dinilai berisiko terhadap likuiditas pasar.
Sebagai langkah antisipasi, BEI telah mengeluarkan sepuluh emiten dari indeks utama seperti LQ45, IDX80, dan IDX30 sejak April lalu. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa indeks acuan diisi oleh perusahaan dengan tata kelola yang sehat.
Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi, Evita Manthovani, menambahkan bahwa valuasi ekonomi Indonesia masih kompetitif. Selain menaikkan batas free float, porsi saham dalam indeks RTI 45 untuk sektor dana pensiun dan asuransi juga ditingkatkan dari 8 persen ke angka 20 persen.