OJK Proyeksikan Kredit Sektor Ekspor Tumbuh Kencang

OJK Proyeksikan Kredit Sektor Ekspor Tumbuh Kencang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran kredit perbankan pada semester II-2026 berpotensi tumbuh lebih kencang pada sektor industri yang berkaitan dengan ekspor akibat pelemahan nilai tukar rupiah, Selasa (2/6/2026).

Dampak dari penurunan nilai mata uang ini dinilai bervariasi bagi setiap bidang industri. Sektor penunjang ekspor berpeluang mengalami peningkatan permintaan dari luar negeri karena harga bahan baku domestik menjadi relatif lebih murah, seperti dilansir dari Keuangan.

"Begitu mata uang kita terdepresiasi, ekspor akan lebih banyak permintaannya karena harganya otomatis jadi lebih murah bagi di sana. Tapi kebalikannya kalau kita impor, harga yang kita beli jadi lebih mahal," jelas Dian saat ditemui, Selasa (2/6/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Erdiana Rae menyatakan bahwa laju pembiayaan bank pada paruh kedua tahun ini sangat dipengaruhi oleh tingkat eksposur kurs rupiah di masing-masing sektor. OJK juga mencermati kebijakan bank sentral yang menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada Mei 2026.

Penyesuaian suku bunga acuan tersebut dipastikan tidak bakal langsung memicu lonjakan suku bunga kredit dalam waktu dekat. Perbankan diyakini akan melakukan kalkulasi mendalam terkait kondisi likuiditas dan biaya dana sebelum mengambil keputusan bisnis.

"Akan selalu ada jeda waktu untuk perbankan menyesuaikan. Karena bank itu bisnis, dia akan mengkalkulasi tingkat suku bunga bisa dinaikkan," kata Dian.

Artikel terkait

Rekomendasi