Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyetujui penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Danaputra Sakti ke dalam PT BPR Harta Swadiri pada Senin, 20 April 2026. Langkah konsolidasi ini tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-32/D.03/2026 guna memperkuat struktur industri keuangan di wilayah tersebut.
Keputusan strategis ini diambil sebagai upaya memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat melalui peningkatan kapasitas usaha. Berdasarkan laporan dari Finansial, PT BPR Harta Swadiri selaku entitas yang menerima penggabungan beroperasi di wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyatakan bahwa penggabungan ini diproyeksikan mampu mendongkrak efisiensi operasional perbankan. Integrasi kedua entitas tersebut diharapkan membuat BPR menjadi lebih tangguh dalam merespons dinamika industri jasa keuangan yang terus berkembang.
"Melalui penggabungan usaha, BPR diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses layanan kepada masyarakat, serta memperkuat ketahanan dalam menghadapi dinamika perekonomian dan perkembangan industri jasa keuangan," tutur Farid dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat, 8 Mei 2026.
Aksi korporasi ini berdampak pada perubahan struktur jumlah lembaga keuangan di bawah koordinasi OJK Malang. Saat ini, terdapat total 45 BPR dan 6 BPRS yang beroperasi di wilayah kerja otoritas tersebut setelah penggabungan berlangsung.
Data statistik menunjukkan performa aset BPR/S di wilayah OJK Malang mencatatkan penurunan sebesar 9,20 persen secara tahunan menjadi Rp2,89 triliun hingga akhir Maret 2026. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga terkoreksi 17,30 persen menjadi Rp1,68 triliun, sementara penyaluran kredit turun 12,37 persen ke angka Rp1,89 triliun.
Otoritas menjelaskan bahwa penurunan angka-angka tersebut merupakan dampak dari efektivitas penggabungan sejumlah BPR Lestari di berbagai daerah ke dalam BPR Lestari Banten pada Maret lalu. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan tetap menggunakan layanan perbankan yang ada.
OJK berkomitmen untuk terus mendorong transformasi serta konsolidasi guna menciptakan industri yang kompetitif. Fokus utama ke depan adalah memastikan BPR mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.