OJK Soroti Valuasi Murah Saham Indonesia di Tengah Perubahan Indeks MSCI

OJK Soroti Valuasi Murah Saham Indonesia di Tengah Perubahan Indeks MSCI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa harga saham di pasar modal Indonesia saat ini tergolong murah dibandingkan dengan bursa regional pada Rabu (13/5/2026). Penegasan ini muncul di tengah adanya tekanan pasar akibat perubahan komposisi indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan bahwa rata-rata Price to Earning Ratio (PER) saham domestik berada di bawah rerata bursa Asia Tenggara. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 12 Mei 2026, PER pasar mencapai 14,98 kali dengan Price Book Value (PBV) di level 1,90 kali sebagaimana dilansir dari Money.

"PER IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sekarang berada di level 16 kali. Ini sudah jauh di bawah posisi pada saat terjadi all time high di pertengahan Januari 2026, bahkan di bawa rata-rata bursa lainnya,” kata Hasan Fawzi.

Hasan menekankan bahwa kondisi pasar saat ini merupakan kesempatan bagi para pemodal untuk memperkuat portofolio mereka. OJK memproyeksikan adanya perbaikan kinerja emiten secara berkelanjutan ke depannya.

"Investor dapat memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik, yang secara prospektif dapat terus melakukan katakanlah perbaikan kinerja dari waktu-waktu ke depannya," jelas Hasan Fawzi.

Kondisi valuasi yang rendah ini beriringan dengan keluarnya 19 emiten Indonesia dari indeks MSCI. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyebutkan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dan terjadi pula di sejumlah negara besar lainnya.

"Fenomena ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi di hampir seluruh pasar Asia Pasifik pada review kali ini," jelas Friderica Widyasari Dewi.

OJK menjelaskan bahwa MSCI menggunakan parameter objektif dalam menentukan keanggotaan indeks, termasuk kapitalisasi pasar dan likuiditas. Tinjauan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan standar free float terpenuhi.

"Perubahan komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari mekanisme review berkala yang didasarkan pada sejumlah parameter objektif seperti market capitalization, free float, likuiditas, dan dinamika harga saham," jelas Friderica Widyasari Dewi.

Langkah strategis kini tengah disiapkan oleh regulator untuk meningkatkan daya saing pasar modal di level internasional. Fokus utama diarahkan pada penguatan tata kelola emiten serta perluasan basis investor domestik.

"OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mendorong penguatan integritas pasar, peningkatan free float dan likuiditas, perluasan basis investor, serta penguatan tata kelola emiten agar daya saing pasar modal Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan," kata Friderica Widyasari Dewi.

Artikel terkait

Rekomendasi