Pasar properti di Indonesia terus menunjukkan dinamika pertumbuhan yang positif. Tren ini didorong oleh tingginya permintaan residensial domestik serta masifnya pembangunan infrastruktur di berbagai kota besar.
Seperti dilansir dari Suara, keterbatasan tingkat imbal hasil sewa dan volatilitas nilai tukar rupiah kerap menjadi tantangan bagi investor lokal. Hal tersebut memicu para investor mencari stabilitas aset di luar negeri untuk menjaga nilai riil kekayaan mereka.
Sebaliknya, lanskap bisnis properti di Australia menawarkan stabilitas yang kontras. Pasar di sana ditopang oleh regulasi hukum yang transparan, rekam jejak kenaikan nilai modal yang konsisten, serta likuiditas pasar yang matang.
Kondisi ini menjadikan Australia sebagai salah satu destinasi utama diversifikasi aset bagi konglomerasi maupun investor ritel asal tanah air. Prospek investasi real estat di Australia, khususnya di kota metropolitan seperti Sydney, diproyeksikan tetap cerah sepanjang tahun 2026.
Faktor pendorongnya meliputi angka imigrasi bersih yang tinggi, pertumbuhan populasi profesional, serta kebutuhan akan hunian modern dan area komersial terpadu. Melirik pasar properti Australia kini menjadi langkah taktis untuk mengamankan portofolio finansial lintas negara.
Langkah ini juga memberikan perlindungan nilai terhadap inflasi global sekaligus membuka akses mobilitas internasional yang lebih luas bagi pelaku bisnis, entrepreneur, dan keluarga mapan di Indonesia. Terkait hal tersebut, One Global Capital resmi melanjutkan ekspansi World Roadshow ke Singapura, China, Hong Kong, Vietnam, dan Amerika Serikat.
Saat ini, One Global Capital memiliki pipa pengembangan senilai sekitar AUD3,6 miliar. Perusahaan menargetkan pertumbuhan portofolio menjadi lebih dari AUD6 miliar dan mengincar Asset Under Management menembus angka AUD11 miliar sebelum akhir tahun 2026 melalui berbagai proyek strategis.
Beberapa pencapaian terbaru One Global Capital di Australia meliputi proyek The Grand Eastlakes (Sydney), One Global Resorts Green Square dan Parramatta, One Macquarie Park (Sydney), dan Five Dock Precinct (Sydney). Proyek-proyek ini menjadi bukti keunggulan strategi bisnis mereka.
"Pencapaian tersebut mencerminkan fokus One Global Capital dalam mengidentifikasi aset dengan potensi pertumbuhan tinggi, menciptakan nilai melalui inovasi dan repositioning, serta membangun portofolio proyek yang berkelanjutan untuk jangka panjang," tutur Iwan Sunito.
Menurut Iwan Sunito, kehadiran tim lintas generasi dan lintas negara ini mencerminkan visi perusahaan dalam membangun jembatan antara Indonesia dan Australia. Kolaborasi ini dilakukan melalui kerja sama bisnis, pertukaran pengetahuan, serta hubungan jangka panjang yang berkelanjutan.
Perubahan lanskap ekonomi global saat ini telah menciptakan peluang baru bagi individu dan pelaku usaha yang siap berpikir melampaui batas geografis tradisional. Forum global yang diadakan ini turut memberikan edukasi mengenai peluang investasi, diversifikasi aset, serta mobilitas internasional.
"Di era yang semakin dinamis, banyak keluarga dan pelaku bisnis tidak hanya mencari pertumbuhan, tetapi juga stabilitas, konektivitas global, serta akses ke peluang internasional yang lebih luas. Australia menawarkan kombinasi yang menarik antara lingkungan bisnis yang stabile, kualitas hidup yang tinggi, dan akses ke jaringan global yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," ujar Iwan Sunito.
Melalui forum ini, para peserta memperoleh wawasan komprehensif mengenai perkembangan pasar Australia, tren ekonomi global, dan strategi diversifikasi aset internasional. Terdapat pula pembahasan jalur residensi, migrasi, pendidikan internasional, serta sesi networking eksklusif.
"Acara ini diselenggarakan semata-mata untuk tujuan edukasi, informasi umum, dan networking. Peserta dianjurkan untuk memperoleh nasihat profesional independen sebelum mengambil keputusan investasi, keuangan, hukum, perpajakan, atau migrasi," terang Iwan.