Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) menyelenggarakan pameran Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 untuk memacu inovasi bahan baku industri kecantikan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, mulai Rabu, 6 Mei 2026 hingga 8 Mei 2026.
Sektor kecantikan dan perawatan diri di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan solid di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan perawatan diri dan akses tren global. Dilansir dari Ekonomi, pasar ini diprediksi memiliki prospek yang sangat menjanjikan bagi perekonomian nasional di masa depan.
Ketua PERKOSMI Sancoyo Antarikso mengungkapkan optimisme terhadap nilai pasar yang terus melonjak berdasarkan data riset internasional. Angka pertumbuhan rata-rata industri diperkirakan mampu melampaui 5,5 persen dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
"Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga riset, termasuk Statista, nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2026 diperkirakan akan mencapai lebih dari US$10 miliar," kata Sancoyo Antarikso, Ketua PERKOSMI.
Data Badan POM menunjukkan terdapat 1.684 industri kosmetik nasional, di mana 55 persen merupakan pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Saat ini terdapat sekitar 348.789 izin edar produk dengan penambahan mencapai 10.000 produk baru setiap bulan.
Pemerintah sendiri telah menetapkan industri kosmetik sebagai sektor unggulan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035. Selain pertumbuhan pasar, pelaku industri juga tengah bersiap menghadapi regulasi sertifikasi produk dalam waktu dekat.
"Di sisi lain, industri kosmetik Indonesia juga tengah mempersiapkan implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan mulai berlaku pada Oktober 2026," kata Sancoyo Antarikso, Ketua PERKOSMI.
Pameran ICI 2026 menampilkan berbagai inovasi terbaru mulai dari bahan baku, kemasan, hingga teknologi laboratorium. Ajang ini menempati area seluas 14.000 meter persegi dengan partisipasi lebih dari 100 peserta dari berbagai lini bisnis pendukung kosmetik.
Agenda tahunan ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan melalui puluhan seminar dari pihak industri dan akademisi serta kompetisi inovasi produk. Pihak penyelenggara menargetkan kegiatan ini menjadi katalisator penguatan kolaborasi industri di tingkat internasional.