PT Panca Budi Idaman Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp397 Miliar

PT Panca Budi Idaman Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp397 Miliar

PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) menjadwalkan batas akhir periode saham yang mengandung hak dividen atau cum dividen tunai di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada Rabu, 20 Mei 2026. Perusahaan siap mengucurkan total dividen senilai Rp397,5 miliar dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.

Nilai keuntungan yang dibagikan tersebut setara dengan Rp53 per saham atau Rp5.300 untuk setiap satu lot saham, sebagaimana dilansir dari Investasi. Pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 pukul 09.20 WIB, harga saham PBID berada di level Rp550 atau terkoreksi harian sebesar 0,90 persen yang membuat yield dividennya menyentuh angka 9,64 persen.

Rencana korporasi ini telah mendapatkan restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Jumat, 8 Mei 2026. Manajemen menetapkan mayoritas perolehan laba bersih tahun lalu dialokasikan untuk pemegang saham.

"Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 400,58 miIiar," ujar Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk Lukman Hakim usai RUPST.

Dana sebesar Rp3 miliar dari total laba tersebut dipisahkan sebagai dana cadangan wajib demi memenuhi ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sisa dari perolehan laba bersih kemudian akan dimasukkan dan dibukukan sebagai saldo laba ditahan perseroan.

Sepanjang tahun buku 2025, emiten berkode saham PBID ini mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 17,40 persen secara tahunan dari Rp484,97 miliar menjadi Rp400,58 miliar. Penurunan ini sejalan dengan nilai penjualan bersih perusahaan yang terkoreksi tipis 0,95 persen menjadi Rp5,19 triliun.

Segmen kemasan plastik masih mendominasi pendapatan perusahaan dengan menyumbang Rp3,44 triliun, diikuti biji plastik sebesar Rp1,41 triliun dan sektor lainnya sebesar Rp332,67 miliar. Pasar domestik menjadi penyerap utama produk dengan penjualan lokal ke pihak ketiga mencapai Rp4,58 triliun, sedangkan pasar ekspor menyumbang Rp147,47 miliar.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa penurunan kinerja keuangan yang terjadi sepanjang tahun lalu sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan baku di pasar global.

"Sepanjang tahun 2025 harga biji plastik itu cenderung terkoreksi. Jadi memang penjualannya turun, tapi profit tetap kami jaga," jelas Direktur Utama PT Panca Budi Idaman Tbk Vicky Taslim.

Untuk periode tahun 2026, perseroan memasang target pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 10 persen. Manajemen juga membidik margin laba bersih di angka 8 hingga 10 persen serta target rasio utang terhadap ekuitas (DER) pada kisaran 15 sampai 20 persen.

"Menurut Vicky, kondisi ekonomi Indonesia diharapkan dapat memberikan sentimen positif terhadap pertumbuhan industri consumer goods sehingga berdampak pada peningkatan kebutuhan consumer packaging," ujar Vicky Taslim.

Berdasarkan jadwal resmi dari perusahaan, masa ex dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi jatuh pada 21 Mei 2026, sedangkan di Pasar Tunai pada 25 Mei 2026. Penentuan pemegang saham yang berhak atau recording date dijadwalkan pada 22 Mei 2026, dan pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan pada 4 Juni 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi