Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau bakal lokasi Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) Magetan di kawasan hutan milik Perhutani di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan pada Selasa (26/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan yang dipersiapkan sebagai markas pertahanan cadangan di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Dilansir dari kanalindonesia.com, peninjauan lapangan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Magetan Nanik Sumantri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Administratur/KKPH Perhutani Madiun Rusyidi. Luas area yang disediakan untuk markas militer baru ini mencapai 51,13 hektar, yang seluruhnya berada di dalam kawasan hutan produksi milik Perhutani KPH Madiun di Dukuh Gangsiran.
Komandan Kodim 0804 Magetan Letkol Inf. Omi Girindra Sasmito memaparkan bahwa posisi geografis wilayah ini sangat strategis karena berada tepat di tengah-tengah Jawa Timur bagian barat. Penempatan markas di titik tersebut bertujuan agar Yon TP Magetan dapat diandalkan sebagai kekuatan cadangan guna mengantisipasi ancaman keamanan dari arah utara maupun selatan sewaktu-waktu.
Kawasan ini dipilih karena telah memenuhi kriteria ideal, termasuk ketersediaan akses jalan nasional selebar enam meter, jaringan listrik PLN, sumber air yang memadai, dan sinyal komunikasi yang kuat. Lokasi tersebut juga berada sangat dekat dengan area persawahan dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“ Kalau istilah dari ADM Perhutani, lokasinya premium karena dekat dengan pusat ekonomi masyarakat bahkan sudah mepet area persawahan,” kata Letkol Inf. Omi Girindra Sasmito, Komandan Kodim 0804 Magetan.
Apresiasi tinggi kemudian disampaikan oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin atas dukungan penuh yang diberikan oleh pihak Perhutani dan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam penyediaan lahan premium di Kecamatan Parang tersebut.
” Terima kasih ibu bupati dan pak Rusyidi dari Perhutani. Kita di beri tempat yang premium untuk pembangunan Yon TP di Magetan ini,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin, Pangdam V/Brawijaya.
Proyek di Magetan ini merupakan bagian dari gelombang keempat pembangunan batalyon teritorial di bawah naungan Kodam V/Brawijaya. Sebelumnya, program serupa telah dijalankan di sejumlah wilayah lain seperti Bangkalan, Probolinggo, Bojonegoro, Lamongan, Tulungagung, Nganjuk, Tuban, Pacitan, Sumenep, Ponorogo, Madiun, dan Ngawi.
“ Harapan saya, awal bulan Juli mendatang, barak dan dapur sudah selesai. Karena sekitar 600 pasukan akan mulai masuk ke Yon TP ini,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin, Pangdam V/Brawijaya.
Kehadiran ratusan prajurit di wilayah tersebut diharapkan dapat menghidupkan sektor ekonomi lokal secara langsung. Mayjen TNI Rudy Saladin memproyeksikan bahwa sebagian dari perputaran gaji para prajurit akan dibelanjakan di lingkungan sekitar markas.
“ Ini nanti akan berdampak pada putaran ekonomi di sini ya. Dari ratusan prajurit, hitung saja separuh dari gajinya akan dibelanjakan di sini. Nah, ini menjadi peluang bagi warga untuk membuka jasa atau usaha ekonomi lainnya. Ini akan menggerakkan ekonomi warga,” jelas Mayjen TNI Rudy Saladin, Pangdam V/Brawijaya.
Hal tersebut membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari penyediaan jasa pencucian pakaian, warung makan, pangkas rambut, hingga pemenuhan kebutuhan logistik harian.
“ Kami Kodam V/Brawijaya, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Harapannya keberadaan Yon TP ini benar benar membawa perubahan positif bagi masyarakat Parang dan Kabupaten Magetan,” pungkas Mayjen TNI Rudy Saladin, Pangdam V/Brawijaya.