Parmo (48), warga Desa Ragawacana, Kabupaten Kuningan, yang dilaporkan hilang sejak Minggu (3/5/2026) saat mencari rumput, ditemukan dalam kondisi selamat namun linglung di Pacitan, Jawa Timur, pada Rabu malam (6/5/2026). Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian tim gabungan yang sebelumnya menduga korban hanyut di sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa korban awalnya pamit ke sawah pada pukul 15.00 WIB untuk mencari pakan ternak. Namun, hingga malam hari korban tidak kunjung kembali ke rumah sehingga memicu pencarian oleh warga dan pihak berwenang.
"Karena menjelang malam belum pulang, keluarga dan masyarakat mencari ke lokasi sawah dan hanya ada barang-barang milik korban, HP, pakaian, tas, arit (sabit), celana panjang, sajadah yang sudah digelar dan karung berisi rumput sekitar dua meter dari pinggir sungai," ujar Indra Bayu Permana.
Indikasi awal menunjukkan kemungkinan korban tenggelam karena lokasi penemuan barang berada tepat di tepi sungai. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Damkar sempat menyusuri aliran air namun menemui jalan buntu karena kondisi fisik sungai yang dangkal.
"Pencarian untuk sementara difokuskan pada pencarian dan penelusuran darat karena kecil kemungkinan korban terbawa hanyut dengan kondisi sungai yang kecil, dangkal, berbatu dan tidak berarus," kata Indra Bayu Permana.
Kabar mengenai keberadaan korban baru muncul setelah kerabat keluarga di Pacitan memberikan informasi. Indra memastikan identitas korban setelah dilakukan verifikasi melalui dokumentasi foto yang dikirimkan kepada pihak keluarga di Kuningan.
"Sesampainya di lokasi, Bapak Parmo ditemukan dalam keadaan selamat," jelas Indra Bayu Permana.
Indra menambahkan bahwa meski telah ditemukan, Parmo masih sulit diajak berkomunikasi secara normal mengenai kronologi perjalanannya hingga sampai ke Jawa Timur.
"Menurut keterangan keluarga, kondisi fisik bapak Parmo saat ditemukan terlihat kebingungan dan belum dapat memberikan penjelasan secara jelas terkait peristiwa yang dialaminya," ungkap Indra Bayu Permana.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Kuningan yang menegaskan bahwa kepastian penemuan tersebut sudah dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga yang berada di Kuningan.
"Iya betul orang hilang itu atas nama Mas Parmo sudah ditemukan di Pacitan dan setelah diklarifikasi pihak keluarga di Kuningan dengan mengirimkan foto, betul itu mas Parmo. Waktu ditemukannya sekitar waktu Isya semalam. Terkait dengan kondisi Mas Parmo ketika ditanya kronologis dia masih bingung-bingung dan sebagainya. Yang jelas dia betul sudah ditemukan di Pacitan," tutur Indra Bayu.
Adik ipar korban, Uri Sanuhri, memaparkan bahwa dirinya sempat merasa ragu saat pertama kali menerima laporan mengenai foto Parmo yang sedang melaksanakan ibadah salat di kediaman warga di Pacitan.
"Saya juga nggak ngeh tadinya, karena ketika saya dikasih tahu sama anaknya, dikasih foto doang dia lagi shalat. Saya percaya nggak percaya, saya lihat foto-foto itu kan bisa diedit. Nah, saya minta nomor HP yang kediaman Parmo pertama datang ke situ. Saya ternyata dikasih. Setelahnya waktu ba'da Isya, nah saya ada sekitar jam 8-an ada konfirmasi sama anaknya ditelepon, bahkan ngomong sama saya, itu betul tidak ada rekayasa sedikitpun, dia itu Parmo," tutur Uri Sanuhri.
Setelah mendapat kepastian, Uri segera berangkat menuju Pacitan untuk melakukan penjemputan. Ia mendapati Parmo dalam kondisi mental yang belum stabil dan sempat tidak mengenali kerabatnya sendiri.
"Nah, saya tanya, dia bingung. Bingungnya kenapa? Ini tahu saya, karena dia awalnya nggak tahu saya. Setelah mungkin setengah jam sama anaknya dan, saya ngobrol dengan perlahan, dia baru ngeh, tahu. Entah itu seperti apalah, saya bilangin kejadian seperti itu, dia baru ngeh nama saya, saya Bapak-ibunya, saya itu adiknya, istrinya dia, ini anaknya," tutur Uri Sanuhri.
Berdasarkan informasi warga setempat di Pacitan, Parmo terlihat pertama kali di wilayah tersebut pada Selasa (5/5/2026) dengan pakaian seadanya dan tampak tersesat.
"Seperti itu kejadiannya. Nah, saya tanya ke orang yang di situ, memang belum pernah Parmo itu menginjak ke tempat itu, ke tempat Pacitan yang daerah itu, enggak pernah ke sana. Dia datang aja, dia pakai sarung, pakai kaos, pakai sandal, udah begitu saja. Ketika ditanya kebingungan. Malah bilangnya dari Surabaya," tutur Uri Sanuhri.