Pasar Kripto Tertekan Awal Juni 2026 Akibat Bitcoin Turun Tajam

Pasar Kripto Tertekan Awal Juni 2026 Akibat Bitcoin Turun Tajam

Pasar kripto global mengalami tekanan berat pada awal Juni 2026 menyusul penurunan nilai Bitcoin (BTC) yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir. Seperti dikutip dari Medcom, aset kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia ini merosot hingga ke kisaran USD 66.800 atau sekitar Rp1,19 miliar, yang menandakan pelemahan sebesar 6,3% secara harian.

Kemerosotan ini berdampak langsung pada penurunan kapitalisasi pasar kripto global sebesar 5,6% menjadi USD 2,28 triliun. Kendati demikian, dominasi Bitcoin di pasar masih bertahan tinggi di angka 58,6%, menegaskan posisinya sebagai indikator utama di tengah lonjakan volatilitas.

Riset dari Ajaib menunjukkan bahwa maraknya aksi jual dipengaruhi oleh memanasnya situasi geopolitik dunia serta penurunan selera risiko di pasar keuangan. Eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi pemicu utama setelah pemerintah Iran menyatakan telah meluncurkan serangan rudal menuju fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait pada 3 Juni 2026. Situasi ini memicu kecemasan baru dan mendorong para pemodal untuk memindahkan dana dari aset berisiko.

Sejak awal bulan, akumulasi penurunan nilai Bitcoin kini telah melewati angka 9%. Koreksi mendalam tersebut memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif kripto yang nilainya mencapai USD 1,5 miliar, sekaligus mengikis valuasi pasar hingga ratusan miliar dolar.

Tekanan dari investor institusional juga kian nyata melalui penarikan dana dari produk ETF Bitcoin spot. Dalam kurun waktu sepuluh hari perdagangan terakhir, tercatat adanya arus keluar bersih sekitar USD 2,1 miliar, mencatatkan salah satu periode penarikan terpanjang sejak produk tersebut diluncurkan.

Kekhawatiran Kebijakan Moneter dan Performa Altcoin

Para pelaku pasar saat ini juga sedang mengantisipasi arah kebijakan moneter Amerika Serikat menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September merangkak naik menuju angka 23%. Sentimen hawkish ini memperparah koreksi pada saham-saham yang terafiliasi dengan industri kripto seperti Strategy, Coinbase, dan Circle.

Walaupun pasar secara umum sedang lesu, beberapa aset kripto alternatif justru memperlihatkan performa yang positif. Jaringan Avalanche (AVAX) mencatat lonjakan aktivitas on-chain hingga 761% setelah FIFA meluncurkan koleksi digital "Right-to-Ticket" untuk Piala Dunia 2026 di ekosistem tersebut.

Di tempat berbeda, Stellar (XLM) mendapatkan sentimen positif dari adopsi institusional melalui peluncuran stablecoin MGUSD oleh MoneyGram untuk melayani pengiriman uang antarnegara berbasis dolar. Sementara itu, token decentralized exchange Hyperliquid (HYPE) ikut menguat karena rumor pengajuan dokumen ETF terbaru oleh Grayscale di Amerika Serikat yang memuat detail ticker serta biaya manajemen.

Artikel terkait

Rekomendasi