Platform pasar prediksi Kalshi dan Polymarket meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan digital guna merespons lonjakan transaksi mencurigakan yang diduga melibatkan informasi internal atau rahasia. Langkah ini diambil di tengah meroketnya volume taruhan terkait hasil pemilu dan peristiwa global, sebagaimana dilansir dari Internasional.
Pihak Kalshi dilaporkan telah menyelidiki lebih dari 400 transaksi mencurigakan sejak awal tahun ini, jumlah yang melampaui dua kali lipat total investigasi sepanjang tahun lalu. Beberapa temuan tersebut telah diteruskan kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) selaku regulator derivatif di Amerika Serikat untuk penanganan lebih lanjut.
Aktivitas perdagangan di platform ini mengalami pertumbuhan signifikan dengan nilai transaksi tahunan Kalshi mencapai sekitar US$ 178 miliar dalam enam bulan terakhir. Data Dune Analytics juga mencatat volume perdagangan bulanan Polymarket menyentuh angka US$ 10,3 miliar pada April 2026, naik pesat dibandingkan US$ 3,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kesulitan dalam membuktikan penyalahgunaan informasi di pasar prediksi menjadi tantangan tersendiri bagi pihak berwenang karena sumber data yang tidak selalu transparan. Kondisi ini berbeda dengan pasar saham konvensional yang memiliki jalur akses informasi rahasia yang lebih mudah untuk diidentifikasi secara hukum.
"Di pasar prediksi, data untuk membuktikan penyalahgunaan informasi sering kali sangat sulit bahkan mustahil dikumpulkan," ujar Joseph Grundfest, Profesor Stanford Law School.
Pakar hukum tersebut menyoroti bahwa karakter pasar prediksi membuat pelacakan pelaku insider trading menjadi lebih rumit dibandingkan instrumen keuangan lainnya. Meskipun demikian, tekanan dari pihak regulator memaksa pengelola platform untuk menerapkan kebijakan yang lebih ketat bagi para pengguna.
Sebagai bentuk respons, Kalshi sempat memberikan sanksi larangan bertaruh kepada tiga kandidat Kongres Amerika Serikat yang diduga memanfaatkan data politik internal. Sementara itu, Polymarket memilih untuk menghapus beberapa kontrak taruhan yang berkaitan dengan konflik peperangan setelah mendapatkan kritik dari masyarakat luas.
Ketegasan regulator terhadap integritas pasar ini disampaikan langsung oleh pimpinan otoritas terkait guna memastikan keadilan bagi seluruh peserta perdagangan. Fokus utama saat ini adalah mencegah keuntungan besar yang didapat melalui bocoran informasi ilegal atau akses rahasia pemerintah.
"Ketua CFTC Michael Selig menegaskan regulator akan bertindak agresif terhadap insider trading di industri ini," kata Michael Selig, Ketua CFTC.
Pertumbuhan valuasi kedua perusahaan tetap terjaga meski berada di bawah sorotan ketat, dengan Kalshi mencapai nilai US$ 22 miliar dan Polymarket mendekati US$ 15 miliar. Kecepatan pasar prediksi dalam membaca arah peristiwa dibandingkan metode survei tradisional tetap menjadi daya tarik utama bagi para investor global.