Sejumlah pedagang hewan kurban memanfaatkan trotoar di Jalan Perintis Kemerdekaan Raya, Pulogadung, Jakarta Timur, sebagai lokasi berjualan pada Selasa (19/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, keberadaan lapak-lapak pedagang kambing tersebut mengganggu ketertiban umum dan hak pejalan kaki di kawasan tersebut.
Imbas dari penggunaan fasilitas publik ini membuat pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan. Arus lalu lintas juga terhambat menjadi satu lajur karena banyaknya mobil pikap pembawa kambing serta kendaraan pembeli yang parkir di tepi jalan.
Salah satu pedagang hewan kurban yang menggelar lapak di kawasan tersebut mengaku sudah mengantongi izin dari pihak setempat melalui atasannya.
"Di sini baru dua tahun, kalau kucing-kucingan (dengan Satpol PP) tidak karena sudah izin, semua lengkap, ada yang ngurusin, orang sini yang bagian ngurusin," ungkap Iswadi saat ditemui, Selasa (19/5/2026).
Pedagang asal Temanggung, Jawa Tengah tersebut membawa sebanyak 56 ekor kambing dan mendirikan lapak menggunakan bahan kayu yang dirakit sendiri.
"Kurang tahu, saya cuma jualan saja karena ada bosnya lagi. Kalau Jualan di sini kayu-kayu saya bawa dari Jawa, kita susun sendiri," ungkap Iswadi.
Ia memprediksi tingkat penjualan kambing akan mengalami peningkatan signifikan menjelang perayaan Idul Adha.
"Baru dateng tadi subuh, kemungkinan ramai ya jelang lebarannya, H-2 biasanya mulai ramai itu. Kita balik ke kampung satu hari setelah Lebaran," tuturnya.
Pihak jurnalis telah mencoba meminta konfirmasi kepada Camat Pulogadung Syafrudin Chandra dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur Muhammadong. Kendati demikian, kedua pejabat otoritas setempat tersebut belum memberikan respons hingga berita ditayangkan.
Sebelumnya, larangan penggunaan fasilitas umum termasuk trotoar dan taman sebagai tempat berdagang hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah pada 27 Mei 2026 sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur.
"Imbauannya, jangan memanfaatkan fasilitas umum karena akan mengganggu pengguna fasilitas umum yang lainnya," kata Munjirin di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan bahwa pengawasan ketat akan dilakukan oleh petugas di lapangan. Teguran dan peringatan keras akan diberikan kepada para pedagang yang melanggar aturan demi menjaga kenyamanan masyarakat.
"Pasti akan kita peringatkan untuk cari lokasi lain demi kenyamanan bersama," ucap Munjirin.