Pedagang Valas Kaki Lima Kwitang Keluhkan Transaksi Sepi

Pedagang Valas Kaki Lima Kwitang Keluhkan Transaksi Sepi

Sejumlah pedagang valuta asing kaki lima di Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, mengeluhkan kondisi transaksi yang sepi pembeli pada Rabu (3/6/2026) siang, meskipun nilai tukar dolar Amerika Serikat saat ini terpilih sedang menguat.

Kondisi lesu ini terlihat dari pantauan di lapangan, di mana hanya ada tiga dari lima lapak pedagang yang beroperasi di pinggir jalan arah Monumen Nasional tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance.

Para pelaku usaha informal ini menawarkan jasa unik yang tidak disediakan oleh tempat penukaran uang resmi, yaitu kesediaan membeli mata uang asing yang kondisinya lecek, lusuh, hingga sobek sebagian.

Salah satu pedagang valas kaki lima, Rohadi (55), menjelaskan bahwa aktivitas perdagangan mata uang di kawasan tersebut sebetulnya sudah berlangsung sejak era 1990-an.

"Waktu itu penuh pada berjejer, sekarang paling empat lima orang lah sampai ujung (persimpangan Jl. Pasar Senen), ini sebelah papannya ada tapi orangnya belum buka, sore biasanya dia mah," ucap Rohadi.

Pria yang sudah membuka lapak sejak tahun 1998 ini menambahkan bahwa daya tarik utama dari bisnis mereka terletak pada fleksibilitas menerima kondisi fisik uang kertas asing yang kerap ditolak oleh pelaku usaha resmi.

"Kalau kita terima dolar apa pun kondisinya, lecek atau sobek. Kan biasanya itu nggak diterima di money changer, makanya baru lari ke kita buat jual," terangnya.

Selain mata uang Negeri Paman Sam, jenis valuta lain seperti dolar Singapura, ringgit Malaysia, riyal Arab Saudi, hingga euro juga tetap dilayani oleh para pedagang di kawasan tersebut.

"Kita terima semua (mata uang), dolar Singapura, ringgit Malaysia, atau riyal Arab kan. Iya, euro juga diterima. Pokoknya yang masih ada harganya di money changer kita terima," tutur Rohadi.

Artikel terkait

Rekomendasi