Pekerja Informal Indonesia Capai 87,74 Juta Orang Per Februari 2026

Pekerja Informal Indonesia Capai 87,74 Juta Orang Per Februari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pekerja sektor informal di Indonesia mencapai 87,74 juta orang atau setara 59,42 persen dari total 147,67 juta penduduk bekerja pada Februari 2026. Data tersebut menunjukkan dominasi sektor informal dibandingkan pekerja formal yang tercatat sebanyak 59,93 juta orang.

Dilansir dari Detik Finance, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 memperlihatkan rasio antara pekerja informal dan formal berada pada kisaran 6 banding 4. Penurunan tipis terjadi pada persentase pekerja formal meskipun secara kuantitas mengalami penambahan.

"Dibandingkan dengan Februari 2025, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal turun sebesar 0,02 persen poin, walaupun secara absolut bertambah sebanyak 736 ribu orang," tulis dokumen Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026.

Kategori pekerja formal dalam survei ini mencakup buruh, karyawan, atau pegawai, serta pemberi kerja yang dibantu buruh tetap. Sementara itu, sektor informal terdiri dari penduduk yang berusaha sendiri, pekerja bebas, serta pekerja keluarga yang tidak dibayar.

BPS merinci bahwa status buruh atau karyawan masih menjadi komposisi terbesar yakni 36,99 persen, sedangkan pemberi kerja dengan buruh tetap menjadi kelompok terkecil dengan 3,60 persen. Terjadi pergeseran tren pada beberapa status pekerjaan dalam periode satu tahun terakhir.

"Dibandingkan Februari 2025, status pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah pekerja bebas di pertanian sebesar 0,14 persen poin. Adapun status pekerjaan yang mengalami penurunan persentase terbesar adalah pekerja keluarga, yaitu sebesar 0,15 persen poin," tulis data tersebut.

Dari sisi latar belakang pendidikan, mayoritas tenaga kerja di Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah dengan proporsi 35,49 persen. Di sisi lain, pekerja dengan kualifikasi pendidikan tinggi seperti Diploma IV hingga S3 hanya menyumbang 10,72 persen dari total penduduk bekerja.

Data BPS menunjukkan adanya peningkatan tren pada pekerja dengan tingkat pendidikan menengah ke atas, sementara proporsi pekerja berpendidikan rendah mulai menyusut dibandingkan periode tahun sebelumnya.

"Sementara persentase penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Pertama mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,39 persen poin dan 0,17 persen poin," jelas dokumen BPS tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi