Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga Kerja membuka kembali program pelatihan kerja gratis bagi warga setempat pada Selasa (5/5/2026). Inisiatif ini dirancang untuk membekali pencari kerja dengan kompetensi baru guna menekan tingkat pengangguran di wilayah tersebut.
Langkah penyediaan fasilitas pengembangan keterampilan ini menyasar warga pemegang KTP Depok yang saat ini belum memiliki pekerjaan. Pelaksanaan program tersebut dilansir dari Megapolitan melalui keterangan resmi otoritas terkait.
Kepala Disnaker Kota Depok, Nessi Annisa Handari, memberikan keterangan mengenai ketersediaan fasilitas tersebut bagi publik. Penyelenggaraan kegiatan ini dipastikan menjadi agenda rutin pemerintah daerah dalam mendukung ketersediaan tenaga kerja terampil.
"Tahun ini kami kembali memfasilitasi pelatihan kerja gratis untuk masyarakat Kota Depok," ungkap Nessi, Selasa (5/5/2026).
Nessi menekankan bahwa penguasaan keahlian teknis menjadi modal utama bagi warga untuk bersaing di dunia kerja. Selain membidik sektor formal, program ini juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui jalur kewirausahaan.
"Harapannya ini bisa menekan angka pengangguran, dan masyarakat bisa berwirausaha," jelasnya.
Rincian teknis mengenai kuota dan jenis kejuruan yang tersedia dipaparkan oleh Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Bina Lembaga Pelatihan Kerja Disnaker Kota Depok, Yani Lestari. Terdapat empat kategori pelatihan dengan daya tampung bervariasi bagi masyarakat yang berminat.
| Jenis Pelatihan | Kuota Peserta |
|---|---|
| Pelatihan barista | 20 peserta |
| Pelatihan content creator | 40 peserta |
| Pelatihan perbengkelan roda dua | 20 peserta |
| Pelatihan menjahit | 20 peserta |
Calon peserta diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria administrasi, termasuk memiliki kartu kuning atau akun Ayo Gawe yang telah tervalidasi. Syarat lainnya mencakup batas usia minimal 18 tahun serta status peserta yang tidak sedang menempuh pendidikan formal maupun bekerja.