Bupati Bogor Rudy Susmanto melepas keberangkatan 271 jemaah haji asal Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Kloter 21 di Masjid Raya Nurul Wathon, Cibinong, pada Jumat, 15 Mei 2026. Lokasi ini menjadi titik pemberangkatan perdana menggantikan Gedung Tegar Beriman yang sedang menjalani proses renovasi.
Data dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bogor menunjukkan Kloter 21 merupakan gabungan jemaah asal Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Sebanyak 271 warga Kabupaten Bogor yang berangkat terdiri dari 119 laki-laki dan 151 perempuan dari berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa pengalihan lokasi ke Masjid Raya Nurul Wathon dilakukan karena adanya perbaikan infrastruktur di Alun-Alun Tegar Beriman. Fasilitas ibadah yang baru dibangun pada 2025 tersebut kini dioptimalkan untuk mendukung pelayanan publik bagi masyarakat luas.
"Ya, di Gedung Tegar Beriman, karena saat ini Gedung Tegar Beriman dan Alun-Alun Tegar Beriman sedang dilakukan renovasi, maka kita alihkan pemberangkatan haji di Masjid Raya Nurul Wathon," ujar Rudy Susmanto, Bupati Bogor.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga tengah menyiapkan rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji bagi warga setempat. Rudy menargetkan pembangunan pusat pelayanan haji dan umrah yang lebih modern di masa mendatang.
"Alhamdulillah, Masjid Raya Nurul Wathon yang kami bangun pada 2025 memberikan banyak manfaat positif. Bukan hanya untuk pelepasan haji, tetapi juga berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Mudah-mudahan seluruh infrastruktur yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bogor membawa kebermanfaatan bagi masyarakat," tambah Rudy Susmanto.
Rudy memproyeksikan integrasi fasilitas asrama haji di kawasan Stadion Pakansari akan mulai dikembangkan pada tahun mendatang. Hal ini bertujuan agar proses keberangkatan jemaah menjadi lebih efisien dan terpusat di satu kawasan.
"Ke depan kita rencanakan pembangunan asrama haji pada 2027. Mudah-mudahan di tahun 2028, jamaah tidak lagi diberangkatkan menggunakan bus seperti saat ini, tetapi langsung melalui Pusat Pelayanan Haji dan Umrah yang terintegrasi dengan asrama haji di samping Masjid Raya Nurul Wathon," jelas Rudy Susmanto.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bogor, Muslimin, merinci bahwa jemaah Kloter 21 berasal dari KBIH Syamsul Huda Ciawi, Aisyah Gunung Putri, Sirojul Falah Parung, Riyadul Muttaqien Jasinga, serta jemaah non-KBIH. Rombongan dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 16 Mei 2026 pukul 12.10 WIB.
"Kloter 21 ini merupakan kloter gabungan antara jamaah Kabupaten Bogor dan Kota Depok, dengan total jamaah asal Kabupaten Bogor sebanyak 271 orang," ungkap Muslimin, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bogor.
Muslimin menambahkan bahwa jemaah akan ditempatkan di wilayah Misfalah, Arab Saudi, selama menjalankan rangkaian ibadah. Seluruh jemaah direncanakan kembali ke tanah air pada 25 Juni 2026 menggunakan maskapai Saudi Airlines.
"Jamaah akan menempati wilayah Misfalah sektor 8, hotel 811 dan 812. Insyaallah kembali ke Tanah Air pada 25 Juni 2026 dengan penerbangan Saudi Airlines SV5376," jelas Muslimin.
Sebelumnya, pelepasan jemaah haji juga dilakukan di Kota Bogor untuk Kloter 10 JKS pada Sabtu, 2 Mei 2026. Sebanyak 438 jemaah dilepas oleh jajaran pimpinan DPRD Kota Bogor dan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Masjid Raya Kota Bogor.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menitipkan pesan agar para jemaah mendoakan kesejahteraan warga Bogor saat berada di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci. Dukungan moril diberikan legislatif untuk memastikan jemaah merasa aman selama perjalanan.
"Mohon doa kepada para jemaah haji agar Kota Bogor nyaman, sehat warganya, dan semakin sejahtera," ujar Adityawarman Adil, Ketua DPRD Kota Bogor.
Adityawarman juga menekankan pentingnya kesehatan fisik bagi jemaah agar seluruh rukun haji dapat ditunaikan dengan sempurna. Ia berharap seluruh rombongan dapat kembali dengan selamat dan membawa predikat haji mabrur.
"Kita doakan semoga seluruh jemaah dimudahkan, disehatkan, dilancarkan, diringankan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di sana. Semoga kembali ke Kota Bogor dalam keadaan sehat, menjadi haji yang mabrur," tambah Adityawarman Adil.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang mengingatkan panjangnya antrean haji di wilayah tersebut. Dilansir dari infonasional.com, masa tunggu haji di Kota Bogor saat ini mencapai 29 tahun.
"Kita harus bersyukur, karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini. Hari ini bapak dan ibu sudah mendapatkan jalan, sudah mendapatkan keberkahan," tutur Dedie A. Rachim, Wali Kota Bogor.
Secara keseluruhan, Liputan6 mencatat Kabupaten Bogor memberangkatkan total 2.405 calon jemaah haji pada musim 2026, angka tertinggi di Jawa Barat dan Indonesia. Seluruh jemaah terbagi ke dalam delapan kloter yang dijadwalkan berangkat secara bertahap hingga 20 Mei 2026.
"Kami titip doa agar Kota Bogor senantiasa diberikan kenyamanan, kesehatan bagi masyarakatnya, dan kesejahteraan untuk seluruh warga," ujar Adityawarman Adil dalam kutipan lain yang dilaporkan Redaksi Satu.
Kang Adit, sapaan akrab Adityawarman, menegaskan kehadiran unsur legislatif merupakan bentuk tanggung jawab moral pemerintah dalam mengawal warga menjalankan rukun Islam kelima. Ia juga mendoakan kelancaran bagi petugas haji yang mendampingi jemaah.
"Semoga seluruh jamaah diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke tanah air menjadi haji dan hajjah yang mabrur," pungkas Adityawarman Adil.
"Kesempatan ini patut disyukuri karena tidak semua orang, dapat memperoleh panggilan ke Tanah Suci. Hari ini bapak dan ibu menjadi orang-orang yang mendapatkan keberkahan tersebut," tutur Dedie A. Rachim menutup pesannya kepada jemaah Kloter 10.