Harga Emas dan Perak Berpeluang Melanjutkan Reli Tahun Ini

Harga Emas dan Perak Berpeluang Melanjutkan Reli Tahun Ini

Prospek kenaikan harga emas dan perak diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun ini menyusul meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran pada Kamis (7/5/2026). Sektor industri yang terus berkembang memberikan dorongan tambahan bagi perak untuk mencatatkan potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan emas.

Berdasarkan data pasar spot yang dilansir dari Money, harga emas tercatat menguat 1,2 persen menuju level 4.750 dollar AS per troy ons. Di saat yang bersamaan, harga perak mengalami lonjakan signifikan sebesar 3 persen hingga mencapai posisi 79,62 dollar AS per troy ons.

Optimisme pasar muncul setelah adanya harapan kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik selama 69 hari antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun sempat volatil di awal 2026, kedua logam mulia ini tetap menjadi fokus investor setelah mencetak reli besar sepanjang tahun 2025.

CEO Metals Daily Ross Norman menjelaskan bahwa koreksi harga sempat terjadi karena pasar mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga global dan penguatan dollar AS. Kondisi tersebut memicu aksi ambil untung oleh para investor saat harga berada pada titik jenuh beli.

"Kesepakatan damai menunjukkan tekanan tersebut mulai mereda. Seolah-olah rem tangan pada emas dan perak mulai dilepas," ujar Ross Norman, CEO Metals Daily.

Chief Strategy Officer BNP Paribas Fortis Philippe Gijsels memandang bahwa penurunan harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir bukanlah akhir dari tren penguatan. Ia menilai kondisi tersebut hanyalah fase konsolidasi sebelum harga kembali melonjak.

"Kami memperkirakan bull market jangka panjang emas dan perak akan berlanjut dan keduanya berpotensi mencetak rekor tertinggi baru dalam waktu yang tidak terlalu lama, bahkan mungkin tahun ini," kata Philippe Gijsels, Chief Strategy Officer BNP Paribas Fortis.

Gijsels menambahkan bahwa diversifikasi cadangan bank sentral dan tingginya inflasi global menjadi faktor pendukung yang membuat aset riil tetap diminati. Sentimen positif ini diprediksi akan menarik kembali para investor ke pasar logam mulia.

"Ketika kabut perang mulai mereda, investor akan kembali masuk ke pasar emas dan perak," ujar Philippe Gijsels, Chief Strategy Officer BNP Paribas Fortis.

Managing Director Solomon Global Paul Williams menyoroti keunggulan spesifik perak yang memiliki peran ganda sebagai aset lindung nilai sekaligus bahan baku industri penting. Permintaan fisik perak tercatat tetap kuat, terutama untuk kebutuhan sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi hijau.

"Pasokan perak fisik masih ketat, sementara permintaan dari teknologi hijau terus meningkat," ujar Paul Williams, Managing Director Solomon Global.

Penggunaan perak mencakup berbagai komponen vital seperti panel surya, kendaraan listrik, hingga perangkat komunikasi. Williams berpendapat bahwa perak akan mendapatkan dorongan ekonomi yang lebih kuat jika stabilitas geopolitik tercapai, meski emas tetap menjadi pilihan utama jika negosiasi gagal.

"Jika pembicaraan gagal, emas kemungkinan memimpin kenaikan awal sebagai aset lindung nilai. Tetapi pasar fisik perak yang lebih ketat membuat perak bisa mengejar dengan cepat," kata Paul Williams, Managing Director Solomon Global.

Emas saat ini tetap menjadi instrumen menarik bagi investor yang memprioritaskan stabilitas di tengah ketidakpastian global. Sementara itu, perak diposisikan sebagai aset dengan pertumbuhan harga yang lebih agresif bagi mereka yang siap menghadapi tingkat volatilitas lebih tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi