Seorang warga sipil di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terluka akibat terkena pantulan peluru atau rekoset saat prajurit TNI dari Satlaklidpamfik Pomdam III/Siliwangi melakukan penindakan hukum pada Senin (11/5/2026).
Operasi penegakan hukum tersebut dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan keterlibatan oknum TNI AD sebagai penyokong praktik pengoplosan gas bersubsidi di Kampung Garapan, Cileungsi, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Komandan Denpom III/1 Bogor Letkol CPM Anggi Wahyu Hardiyanto menjelaskan bahwa petugas di lapangan mendapatkan perlawanan dari sekelompok warga setempat ketika berupaya melakukan penindakan.
"Dalam kondisi yang mendesak tersebut, personel di lapangan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sesuai SOP untuk mengendalikan situasi," kata Anggi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/5/2026).
Akibat dari tembakan peringatan tersebut, seorang warga yang berada di lokasi diduga terkena proyektil yang memantul pada bagian bahu sebelah kanan.
"Namun terdapat satu warga sipil yang terkena rekoset (pantulan) atau dampak dari tembakan tersebut pada bagian bahu sebelah kanan," ujar Anggi.
Warga yang terluka tersebut segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan serta perawatan medis.
"Penanganan permasalahan ini sedang dalam penyelidikan Pomdam III/Siliwangi, dan keterangan lebih lanjut akan dijelaskan oleh Pen Kodam III/Siliwangi," kata Anggi.