Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat mengerahkan alat berat ekskavator untuk mengurai material plastik yang tertimbun reruntuhan tembok di Kapuk, Cengkareng, Kamis (21/5/2026).
Operasi pemadaman gudang plastik ini belum selesai meski telah memasuki hari keempat sejak api pertama kali berkobar pada Senin lalu, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Tingginya tumpukan puing menyulitkan pancaran air menembus dasar titik api, sehingga kebakaran yang sempat dilokalisir kembali membesar dan memicu asap hitam pekat.
Untuk mengatasi kendala tersebut, petugas Damkar memantau lokasi lewat udara secara berkala guna melacak titik-titik panas yang tersembunyi di bawah reruntuhan.
"Kendalanya karena barangnya ketiban tembok saja, jadi kita enggak bisa nyiram. Kalau sudah ketiban begini saja juga sudah agak berat, tantangan. Karena barangnya kan banyak juga nih," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Penggunaan ekskavator atau beko telah dimulai sejak Rabu sekitar pukul 12.00 WIB, sempat dihentikan pada malam hari, dan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi.
"Kami selalu pantau juga dari atas pakai drone untuk mantau titik apinya, masih ada api yang sembunyi dia di balik reruntuhan bangunan itu," ungkap Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Hingga Kamis pagi, sebanyak 18 armada dengan kekuatan 90 personel masih disiagakan oleh Sudin Gulkarmat Jakarta Barat di lokasi kejadian.
"Makanya harus pakai beko, diangkat, diurai sama beko, baru kita semprotin. Di dalam ini masih ada api, jadi kan karena ketindihan apinya enggak kena kita tembak gitu," jelas Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Terkait target penyelesaian pemadaman, pihak pemadam kebakaran belum dapat memberikan kepastian karena banyaknya titik asap yang tersisa.
"Saya enggak bisa prediksi, enggak bisa prediksi saya. Kemarin saya prediksinya sampai sore (bisa selesai), ternyata enggak bisa, titik-titik asapnya masih banyak, karena itu kita lanjutkan dulu prosesnya upaya maksimal dengan alat berat juga," kata Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Peristiwa kebakaran ini melanda gudang bercat biru dan putih di Jalan Peternakan Raya pada Senin siang pukul 14.23 WIB, yang sempat diwarnai rekaman ledakan besar.
"Telah terjadi kebakaran pada obyek gudang di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Penyebab pasti dari kemunculan awal api di lokasi gudang tersebut sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti.
"Tumpukan barangnya banyak jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Sejak awal proses pemadaman dimulai, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat telah mengerahkan total 27 unit mobil pemadam beserta 135 personel ke lokasi.