Operasi pemadaman kebakaran yang menghanguskan kompleks Pergudangan Miami di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, resmi berakhir pada Selasa (12/5/2026) sore. Penanggulangan api tersebut membutuhkan waktu total sekitar 21 jam hingga seluruh titik api dinyatakan padam sepenuhnya oleh petugas di lapangan.
Proses pendinginan area terdampak menjadi tahap akhir dari rangkaian operasi panjang yang dilakukan sejak Senin malam, dilansir dari Megapolitan. Kebakaran ini diperkirakan melahap area seluas 1.000 meter persegi di kawasan pergudangan tersebut.
Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian pemadaman telah selesai dilakukan oleh timnya. Pihaknya mengerahkan 24 unit mobil pemadam dengan dukungan 120 personel gabungan.
"Proses pendinginan itu selesai sekitar 17.23 WIB," ujar Syaiful saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (12/5/2026) malam.
Hingga saat ini, pihak Gulkarmat belum merilis angka pasti mengenai kerugian materiil akibat insiden tersebut. Syaiful menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemilik bangunan masih diperlukan untuk mendata kerusakan secara rinci.
"Belum ada (data kerugian) karena kami belum bertemu dengan pemilik gudangnya," kata Syaiful.
Material bangunan dan isi gudang menjadi kendala utama dalam mempercepat proses pendinginan area. Keberadaan freon di lokasi kebakaran memicu munculnya asap pekat yang membahayakan petugas jika tidak ditangani secara teliti.
"Karena freon-freon yang terbakar itu kan menciptakan asap dan harus didinginkan betul-betul," ucapnya.
Meskipun kerusakan bangunan terlihat cukup masif, Syaiful memastikan tidak ada individu yang menjadi korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini. Kebakaran dilaporkan bermula pada Senin (11/5/2026) malam dan sempat membuat panik warga di sekitar Jalan Rawa Melati A.
Saksi mata di lokasi kejadian bernama Rudi (42) menyebutkan bahwa asap pertama kali terdeteksi oleh warga pada pukul 19.40 WIB. Situasi tersebut langsung menarik perhatian warga yang sedang beraktivitas normal di sekitar gudang.
"Awalnya warga lagi aktivitas biasa, terus ngeliat ada asap dan keliatan api, akhirnya pada ke sini," ucap Rudi kepada Kompas.com di lokasi, Senin malam.
Berdasarkan keterangan saksi lain dari PT Dua Zeng, Tora Hakim, ledakan sempat terdengar dari arah gudang penyimpanan freon saat beberapa pekerja sedang melaksanakan lembur. Ledakan tersebut dilaporkan terjadi berulang kali sebelum api membesar.
"Menurut kesaksian saksi, ketika sedang lembur pada pukul 20.00 WIB, terdengar suara ledakan dari gudang freon. Suara ledakan tersebut terdengar hingga lima kali," ungkap Syaiful.