Sopir Mobil Van Menjadi Korban Pemalakan di Penjaringan Jakarta Utara

Sopir Mobil Van Menjadi Korban Pemalakan di Penjaringan Jakarta Utara

Aksi pemalakan menimpa seorang sopir mobil van silver saat sedang berhenti di lampu merah Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (14/5/2026). Peristiwa yang terekam kamera pemantau tersebut diduga berakhir dengan pencurian kartu uang elektronik milik korban oleh dua orang pelaku.

Kejadian ini bermula ketika kendaraan korban tertahan di persimpangan menuju arah Jalan Pangeran Tubagus Angke sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Berdasarkan rekaman video yang beredar, dua pria menghampiri sopir dengan gestur meminta uang secara paksa saat arus lalu lintas sedang berhenti.

Salah satu pelaku yang mengenakan jaket dan topi bahkan terekam memasukkan bagian kepala dan tangannya melalui jendela mobil yang terbuka. Pelaku tersebut kemudian melarikan diri ke arah belakang sesaat setelah lampu lalu lintas berubah hijau, yang memicu korban keluar dari mobil untuk melakukan pengejaran.

Situasi di lokasi kejadian pada Jumat (15/5/2026) terpantau sepi dari keberadaan pria yang kerap meminta uang kepada pengendara. Seorang pedagang di sekitar lokasi bernama Arif membenarkan bahwa kawasan persimpangan tersebut memang sering dijadikan tempat mencari uang oleh sejumlah oknum saat kondisi jalanan padat.

"Biasanya emang kadang ada, sore-sore gitu biasanya dia pak ogah sambil ngaturin lalu lintas gitu, kadang minta uang," kata Arif, pedagang sekitar.

Arif menambahkan bahwa intensitas kemunculan para pelaku tidak menentu dan mereka sering berpindah-pindah lokasi di sepanjang jalur tersebut.

"Enggak sih (setiap hari), jarang malah sebenernya, tapi saya juga kan enggak setiap hari di sini. Pindah-pindah kayaknya mereka juga," kata Arif.

Seorang pengemudi ojek online bernama Fauzan memberikan kesaksian serupa mengenai maraknya aksi meminta uang di persimpangan menuju Angke. Menurut pengamatannya, target utama dari oknum-oknum tersebut adalah kendaraan logistik atau mobil yang mengangkut barang dari arah pelabuhan.

"Emang banyak sih di sini, biasanya dari sini ke Angke itu juga kan ada di perempatan gini, dia ngasih-ngasih jalan, biasanya yang diminta yang bawa barang gini," kata Fauzan, pengemudi ojek online.

Fauzan menekankan bahwa dirinya sering melihat pengemudi ekspedisi dan kargo menjadi sasaran pemalakan di wilayah tersebut meskipun ia sendiri belum pernah menjadi korban secara langsung.

"Kayaknya dia emang nyari nya yang bawa barang, mobil-mobil pick up sama truk-truk gitu," ucap Fauzan.

Pihak kepolisian dari Polsek Penjaringan melalui Kanit Reskrim AKP Sampson Sosa Hutapea belum memberikan jawaban resmi terkait peristiwa pemalakan ini saat dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi