PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadwalkan periode akhir hak dividen atau cum dividen tunai tahun buku 2025 di pasar reguler dan negosiasi pada Kamis, 4 Juni 2026. Momentum ini bertepatan dengan tren penurunan harga saham emiten yang meningkatkan rasio imbal hasil atau yield dividen bagi investor.
Keputusan pembagian keuntungan ini dilansir dari Investasi setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Nilai total dividen yang dialokasikan mencapai US$ 172,29 juta atau sekitar Rp 3,04 triliun dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia Rp 17.673.
Alokasi dividen tunai ini mengambil porsi sebesar 80% dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tahun buku 2025, yaitu sebesar US$ 215,36 juta. Melalui ketetapan tersebut, pemegang saham akan menerima pembayaran sebesar Rp 125,61 per saham atau setara Rp 12.561 per lot.
Pergerakan saham Subholding Gas Pertamina ini ditutup melemah 2,47% ke level Rp 1.780 per saham pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Penurunan harga tersebut membuat yield dividen saham naik menjadi 7,05%, atau sekitar tiga kali lipat dari rata-rata bunga deposito rupiah di bank umum.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan bahwa rasio pembayaran dividen sebesar 80% ini menjadi bentuk keseimbangan antara keuntungan pemegang saham dan pertumbuhan perusahaan.
“Rasio pembayaran dividen kepada pemegang saham sebesar 80% juga mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap kualitas cash flow, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN di tengah dinamika industri energi global,” ujar Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Selasa (26/5/2026).
Kebijakan pengembalian keuntungan yang konsisten ini akan tetap dipertahankan oleh manajemen perusahaan. Langkah tersebut dibarengi dengan komitmen menjaga fleksibilitas keuangan demi mendukung pengembangan infrastruktur serta ekspansi bisnis gas bumi nasional ke depan.
Berdasarkan jadwal resmi, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 5 Juni 2026. Selanjutnya, cum dividen pasar tunai terjadwal pada 8 Juni 2026, recording date pada 8 Juni 2026, dan tanggal pembayaran penuh pada 24 Juni 2026.