Indramayu Bangun 201 Koperasi Desa Merah Putih Guna Dongkrak Ekonomi

Indramayu Bangun 201 Koperasi Desa Merah Putih Guna Dongkrak Ekonomi

Sebanyak 201 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi berdiri di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, guna mendongkrak perputaran roda ekonomi masyarakat perdesaan pada Sabtu (16/5/2026).

Pemerintah daerah bersama TNI menargetkan jumlah fasilitas pemenuhan kebutuhan pokok ini akan terus bertambah hingga mencapai 210 unit pada akhir Juli 2026 mendatang.

Peluncuran program ini bertepatan dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan total 1.061 KDMP di seluruh Indonesia secara virtual, yang turut disaksikan oleh jajaran Forkopimda Indramayu dari Desa Kenanga.

"Alhamdulillah di Indramayu saat ini sudah terbangun 201 KDMP, targetnya nanti sampai dengan akhir Juli bisa bertambah menjadi 210 KDMP," kata Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, di KDMP Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).

Dari total koperasi yang telah berdiri di Indramayu, dilaporkan oleh Kompas.com bahwa sebanyak 71 unit di antaranya telah rampung 100 persen dan langsung dioperasikan setelah peresmian.

Pihak Kodim 0616/Indramayu kini sedang memproses pendistribusian perlengkapan dari PT Agrinas Pangan Nusantara agar seluruh titik koperasi bisa segera melayani kebutuhan masyarakat.

"Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden, di sana akan dijual berbagai kebutuhan sembako, termasuk yang bersubsidi, juga nanti akan menampung terkait potensi yang ada di wilayah masing-masing, baik berupa peternakan maupun pertanian," kata Tulus.

Meskipun demikian, program ketahanan pangan ini belum mencakup seluruh wilayah Indramayu karena masih ada sekitar 116 desa dan kelurahan dari total 317 wilayah yang belum memiliki fasilitas KDMP.

Keterbatasan pengadaan lahan sesuai standar bangunan menjadi faktor utama belum meratanya pembangunan proyek strategis tersebut di setiap desa.

"Kendala utamanya kaitan dengan lahan karena lahan prototipe awal sesuai dengan standar itu harus 1.000 meter. Ini juga menjadi kendala bagi semua wilayah,” ujarnya.

Tulus menambahkan bahwa kendala luasan tanah ini dipastikan akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan berkala pada pelaksanaan program gelombang berikutnya.

"Nanti pasti akan ada evaluasi lagi di tahap berikutnya apakah dengan keterbatasan lahan yang tidak tercapai, ini akan diubah untuk bentuk dan ukurannya, atau seperti apa, ini yang masih kita tunggu," kata Tulus.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menyambut positif kehadiran jaringan koperasi ini dan mengapresiasi kontribusi penuh personel TNI dalam mempercepat proses pembangunan fisik di lapangan.

"Ini luar biasa, kami merasa bahagia di Indramayu. Tentu saja ini tidak bisa terjadi kalau tidak ada pihak-pihak yang berkontribusi, salah satunya di sini yang all out luar biasa menyukseskan ini adalah dari Kodim 0616/Indramayu," tutur Bupati Indramayu Lucky Hakim.

Artikel terkait

Rekomendasi