Pemerintah berencana memulai pembangunan ruas jalan tol baru di Sumatera Selatan sepanjang 80 kilometer pada Rabu (13/5/2026) guna menghubungkan akses logistik menuju Pelabuhan Tanjung Carat. Proyek infrastruktur yang terintegrasi dengan tulang punggung Tol Trans Sumatera ini diperkirakan menelan total investasi mencapai Rp26 triliun.
Dilansir dari Detik Finance, konektivitas baru ini akan ditarik dari pintu Tol Betung menuju kawasan pelabuhan untuk memperlancar arus distribusi barang. Selain jalur tersebut, pemerintah juga mendorong penyelesaian ruas Palembang-Prabumulih hingga mencapai wilayah Muara Enim sepanjang 37 kilometer.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menjelaskan bahwa integrasi infrastruktur ini bertujuan untuk mendekatkan jalur distribusi dengan potensi kekayaan alam daerah.
"Jadi ini dari nanti backbone Tol Sumatera itu rencananya di pintu Tol Betung, itu akan ada interline lagi tol yang menuju ke Tanjung Carat itu kurang lebih sekitar 80 kilometer. Dan juga yang existing sekarang itu yang Palembang-Prabumulih akan kita dorong lagi sekitar 37 kilometer sampai kepada Muara Enim," kata Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM.
Pemerintah menargetkan konstruksi fisik jalan tol dan fasilitas pelabuhan dapat segera dimulai dalam tahun ini guna mempercepat dampak ekonomi. Proyek ini dijalankan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Kenapa? Ini juga kita dorong sehingga dia lebih mendekatkan kepada potensi sumber daya alam yang ada di sana. Kalau mengenai total angkanya kurang lebih sekitar Rp 26 triliun untuk pembangunan tol ini sendiri," sambung Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab pada pengadaan lahan, sementara PT Hutama Karya (HK) ditunjuk sebagai pelaksana konstruksi. Pendanaan proyek direncanakan melibatkan dukungan dari Danantara melalui konsolidasi perbankan nasional.
"Jadi nanti itu Kementerian PU bisa men-support dalam rangka setidaknya mengenai lahan. Sisanya konstruksinya dari HK dan pendanaannya itu nanti kita juga minta support dari Danantara. Karena kita sih pemikirannya kalau boleh kita bisa mengkonsolidasikan saja kekuatan perbankan nasional," ujar Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM.
Pembangunan ini diproyeksikan mampu meningkatkan volume ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, kopi, karet, hingga sawit. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi salah satu badan usaha milik negara yang akan memanfaatkan jalur logistik efisien tersebut.
"Salah satunya di sini yang ikut tanda tangan itu adalah Bukit Asam, di mana memang saat ini kalau kita lihat dalam beberapa tahun itu BUMN Bukit Asam itu volumenya itu memang relatif sulit untuk naik karena memang alur keluarnya ini yang memang cukup menjadi tantangan. Harapannya ini dengan adanya tol ini maka pertama volumenya akan naik," sebut Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM.
Pada struktur operasional nantinya, Hutama Karya akan bertindak sebagai pengelola jalan tol, sedangkan Pelindo ditunjuk sebagai operator Pelabuhan Tanjung Carat.
"Pembagian tugas tentunya kalau di tol ini nanti yang akan dari frontiernya adalah Hutama Karya, kemudian di pelabuhan itu adalah Pelindo, kemudian BUMN-BUMN ini adalah salah satu BUMN nanti yang akan menjadi tenant atau sebagai pengguna daripada jasa tol maupun pelabuhan," tutup Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM.