Pemerintah mulai melakukan pengerjaan fisik trase baru di Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kota Bogor, sejak Rabu (13/5/2026) guna menangani area yang terdampak longsor. Proyek infrastruktur ini ditargetkan selesai dalam waktu 163 hari kalender atau pada penghujung Oktober mendatang.
Pembangunan akses jalan tersebut dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat dengan nilai mencapai Rp 21,2 miliar. Dilansir dari Megapolitan, pengerjaan ini menjadi solusi permanen setelah akses utama terputus akibat amblas sejak Maret 2025.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan konstruksi telah memiliki dasar hukum operasional melalui Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
"Ya (target selesai) pada akhir Oktober 2026. Ini (pengerjaan) 163 hari kalender," ujar Dedie A. Rachim, Wali Kota Bogor.
Mantan komisioner KPK tersebut merinci bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada pengaspalan jalan, tetapi juga mencakup aspek keamanan struktur tanah dan fasilitas bagi pejalan kaki di kawasan tersebut.
"Item pekerjaan itu terdiri dari pembangunan konstruksi, termasuk juga penguatan tebingan dan juga jalur pedestrian," imbuh Dedie A. Rachim, Wali Kota Bogor.
Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah Penanganan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, menjelaskan spesifikasi teknis trase baru tersebut memiliki panjang 300 meter dengan lebar delapan meter. Jalur ini akan difungsikan untuk kendaraan dari dua arah secara sekaligus.
"Dikupas nanti diturunin. Kan harus tembus keganjal di bawah, Ada treatment maka kita nanti pakai sheet pile. Bikin landai," ujar Andi Nugroho, Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah Penanganan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.
Andi memastikan bahwa meskipun terdapat aktivitas pemotongan tebing di ujung trase untuk melandaikan jalan, struktur bunker bersejarah yang berada di lokasi proyek dipastikan tetap aman dan tidak akan terdampak pengerjaan konstruksi.
Kondisi Jalan Saleh Danasasmita sebelumnya sempat ditutup total sejak Januari 2026 karena jalur alternatif yang dibangun Pemkot Bogor terancam longsor susulan. Penutupan tersebut sempat memicu keluhan dari para pengendara yang terpaksa melintasi jalur putar yang dianggap terlalu jauh dari rute normal.