Dewan Energi Nasional Rancang Pembatasan BBM Subsidi Berbasis Mesin

Dewan Energi Nasional Rancang Pembatasan BBM Subsidi Berbasis Mesin

Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 10 hingga 15 persen melalui skema pembatasan berdasarkan kapasitas mesin dan jenis kendaraan. Wacana tersebut disampaikan pada gelaran Sarasehan Energi, Selasa (12/5/2026), sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional.

Pengendalian volume BBM jenis Pertalite dan Biosolar ini menjadi langkah krusial pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal. Dilansir dari Ekonomi, kebijakan tersebut dirancang guna memastikan distribusi subsidi tepat sasaran di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif.

Anggota DEN Satya Widya Yudha memberikan penjelasan mengenai potensi pengurangan beban anggaran negara melalui metode pembatasan teknis tersebut.

“Kalau [pembatasannya] berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu, potensi hematnya berdasarkan hitungan kami itu 10–15% daripada volume,” ujar Satya Widya Yudha, Anggota DEN.

Langkah ini merupakan bagian dari konsep trilogi strategi pengendalian subsidi yang tengah dikembangkan. Satya menambahkan bahwa pendekatan berbasis data juga akan diterapkan pada sektor energi rumah tangga.

“LPG 3 kg itu transformasi ke subsidi yang berbasis orang dengan data dari P3KE dan DTKS,” ucap Satya Widya Yudha, Anggota DEN.

Selain penyesuaian kebijakan konsumsi, akselerasi penggunaan kendaraan listrik menjadi pilar penting lainnya untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Satya menekankan bahwa penguatan dari sisi penyediaan energi domestik juga terus dilakukan secara paralel.

“Strategi ketiga adalah optimalisasi dari sisi pasokan,” kata Satya Widya Yudha, Anggota DEN.

Pemerintah berencana mengoptimalkan penggunaan batu bara dan gas untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk pengembangan program biodiesel 50 (B50). Mandatori B50 dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 sebagai upaya mencapai kemandirian energi.

“Kita kurangi impor solar. Jadi, Bapak Menteri ESDM [Bahlil Lahadalia] beberapa kali sudah mengatakan kita akan nol [impor] untuk solar kalau kita tingkatkan B50,” kata Satya Widya Yudha, Anggota DEN.

Artikel terkait

Rekomendasi