Penyaluran pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Badan Kredit Desa Kabupaten Pekalongan mencatatkan pertumbuhan sebesar 15 persen secara tahunan atau year on year pada April 2026. Realisasi ini menandakan adanya pemulihan kinerja setelah sektor tersebut sempat mengalami kontraksi yang cukup mendalam pada bulan sebelumnya.
Kenaikan performa ini menjadi titik balik bagi institusi setelah pembiayaan mereka merosot hingga 28,2 persen secara year on year per Maret 2026. Perbaikan performa finansial daerah tersebut dipicu oleh geliat aktivitas ekonomi masyarakat lokal yang mulai menunjukkan tren positif, seperti dilansir dari Keuangan.
Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan Hary Budhi Murdiyanto mengonfirmasi bahwa pergerakan pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi pendorong utama pemulihan ini pada hari Minggu, 17 Mei 2026.
"Nasabah yang stop pinjaman sudah mulai mengajukan kembali, disebabkan pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pekalongan ada pergerakan ekonomi meskipun sedikit," kata Hary Budhi Murdiyanto, Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan.
Pihak manajemen mengharapkan situasi ketidakpastian ekonomi global maupun nasional dapat segera mereda dalam waktu dekat. Kendati demikian, perusahaan tetap mengedepankan aspek kehati-hatian yang ketat dalam menyalurkan dana pinjaman baru ke masyarakat.
"Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya gagal bayar dari nasabah," ucap Hary Budhi Murdiyanto, Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan.
Kebijakan internal perusahaan juga menetapkan untuk tidak menaikkan besaran bunga meskipun kondisi perekonomian masih penuh tantangan. Saat ini, tarif bunga komersial dipatok 2 persen per bulan, sedangkan pembiayaan ultra mikro dari Pusat Investasi Pemerintah sebesar 1 persen per bulan.
"Bunga di tempat kami sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tentang LKM, tidak semata-mata selalu berpikir keuntungan, tetapi untuk pengembangan UMKM juga," ujar Hary Budhi Murdiyanto, Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan.
Di sisi lain, data otoritas regulator menunjukkan kondisi industri yang sedikit berbeda secara akumulatif. Otoritas Jasa Keuangan mencatat total penyaluran pinjaman industri LKM secara nasional mencapai Rp 1 triliun per Maret 2026, atau terkontraksi 5,66 persen dibandingkan periode Maret 2025 yang bernilai Rp 1,06 triliun.