Pemerintah Aktifkan BSF Redam Gejolak Pasar Saham dan Obligasi

Pemerintah Aktifkan BSF Redam Gejolak Pasar Saham dan Obligasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaktifkan instrumen Bond Stabilization Fund (BSF) untuk mengintervensi pasar obligasi demi meredam kepanikan investor di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan nilai tukar rupiah di Jakarta pada perdagangan Senin (18/5/2026).

Dilansir dari CNBC Indonesia, pergerakan IHSG langsung merosot hingga 4,3 persen ke posisi 6.428 dalam kurun waktu 60 menit setelah pasar dibuka. Meskipun angka rupiah sempat menyentuh level Rp17.660 per dolar AS berdasarkan data Refinitiv, pemerintah menegaskan fundamen ekonomi domestik yang tumbuh kuat membuat situasi saat ini jauh dari potensi resesi.

Kondisi penurunan harga saham saat ini dinilai tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan oleh para pelaku pasar modal. Sebaliknya, penurunan tajam ini dipandang sebagai momentum strategis bagi para investor untuk melakukan aksi beli di harga rendah karena tren pasar diprediksi segera berbalik arah.

"Ini banyak sentimen, kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 97 - 98 lagi. Beda 97 - 98 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 97 pertengahan itu kita sudah resesi. Kita kan sekarang belum resesi ekonomi masih tumbuh kencang jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Penilaian fundamental ekonomi yang tetap kokoh tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk meyakinkan para penanam modal di pasar ekuitas. Otoritas keuangan optimistis bahwa koreksi yang terjadi hanya bersifat sementara akibat sentimen global jangka pendek.

"Jadi teman-teman gak usah khawatir investor pasar saham kalau saya bilang ga usah takut serok bawah (beli saham di harga bawah) sekarang," tambahnya.

Berdasarkan proyeksi pergerakan grafik di pasar modal, pemulihan nilai saham diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat. Otoritas moneter memperkirakan pembalikan arah atau rebound harga saham akan berlangsung pesat.

"Saya lihat teknikalnya sehari - dua hari juga sudah kembali," katanya.

Langkah taktis kemudian diambil oleh Kementerian Keuangan untuk menahan laju keluarnya modal asing dari pasar surat utang negara. Intervensi dilakukan secara bertahap melalui pembelian obligasi pemerintah yang dilepas oleh para investor untuk menjaga stabilitas nilai mata uang.

"Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Udah masuk tapi hanya sedikit mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali. Sehingga asing yang pegang obligasi engga keluar karena takut misalnya ada capital loss karena harga obligasi turun. Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Artikel terkait

Rekomendasi