Pemerintah Republik Indonesia resmi mengubah mekanisme ekspor untuk komoditas crude palm oil, batu bara, dan ferro alloy melalui skema satu pintu pada Senin (25/5/2026). Kebijakan baru ini berpotensi membebaskan perusahaan eksportir dari beban langsung berbagai biaya ekspor.
Pemberlakuan tata kelola baru ini dilansir dari Suara akan membuat pungutan ekspor serta bea keluar dialihkan secara penuh. Pelaksanaan kebijakan tersebut bakal ditanggung langsung oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan penegasan mengenai proses peralihan kewajiban pembayaran tersebut. Tanggung jawab finansial ekspor itu nantinya otomatis berpindah setelah seluruh sistem terimplementasi secara utuh.
"Pungutan ekspor, bea keluar, ya kalau selama ini kan dikenakan ke eksportir. Artinya nanti kalau sudah sepenuhnya oleh PT DSI, ya otomatis PT DSI," ujar Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Fase transisi dari sistem lama ke sistem baru ini ditetapkan pemerintah mulai berjalan pada 1 Juni 2026. Eksportir masih bisa beraktivitas normal selama tiga bulan pertama, namun wajib menyampaikan seluruh pelaporan ekspor melalui PT DSI.
Tahap selanjutnya akan dilaksanakan pada periode 1 September hingga 31 Desember 2026 bagi eksportir yang sudah siap. Baru pada 1 January 2027, PT DSI resmi berperan sebagai eksportir tunggal yang wajib digunakan untuk seluruh aktivitas pengiriman ketiga komoditas tersebut.
Kendati demikian, pemerintah memberikan jaminan bahwa regulasi dasar mengenai ketentuan, persyaratan, dan prosedur ekspor tidak mengalami perubahan. Perubahan mendasar hanya terletak pada subjek pelaksana yang melakukan aktivitas pengiriman barang di lapangan.
"Yang berubah adalah per 1 Januari itu yang melakukan ekspor adalah PT DSI," kata Budi.
Evaluasi menyeluruh saat ini masih terus berjalan sepanjang masa transisi untuk mengantisipasi persoalan terkait kontrak lama. Pemerintah menargetkan proses migrasi ini dapat berlangsung tanpa hambatan agar sistem satu pintu bisa aktif sepenuhnya awal tahun depan.