Pemerintah Antisipasi Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar Amerika Serikat

Pemerintah Antisipasi Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar Amerika Serikat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi guna menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.600 per dollar Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, pada Senin (18/5/2026), seperti dilansir dari Money.

Kondisi ekonomi Indonesia dinilai tetap berada dalam situasi baik oleh Purbaya di tengah tekanan mata uang domestik dan sentimen global. Pemerintah juga dipastikan telah melakukan perhitungan matang terkait potensi dampak penurunan nilai mata uang ini terhadap subsidi energi serta asumsi makro APBN.

Pengelolaan APBN kini menggunakan skenario baru yang telah memperhitungkan pelemahan rupiah, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan anggaran negara.

"Kalau saya senyum ekonominya bagus, rupiahnya juga bagus. Makanya saya senyum terus," ujar Purbaya kepada wartawan.

Pemerintah tidak lagi menggunakan asumsi nilai tukar yang lama dalam proses penghitungan tersebut.

"Waktu kita hitung rupiahnya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya. Jadi gitu kira-kira," ucap Purbaya.

Kendati demikian, angka detail yang digunakan dalam perhitungan tidak dibeberkan demi mencegah munculnya spekulasi pasar terkait target nilai tukar pemerintah.

"Tapi sudah kita hitung jadi enggak usah khawatir," kata Purbaya.

Purbaya menambahkan bahwa penjelasan lebih rinci mengenai kondisi APBN akan dipaparkan pemerintah dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).

Selain masalah anggaran, Purbaya meluruskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan dollar AS agar tidak ditafsirkan keliru oleh publik. Menurutnya, pernyataan itu disampaikan dalam konteks operasional koperasi desa di Kabupaten Nganjuk, bukan dalam pembahasan pasar valuta asing internasional.

"Itu kan konteksnya di sana di pedesaan, mungkin pas kalau di sana. Bukan konteks internasional kan? Dia ngomongnya di koperasi desa itu," kata Purbaya.

Masyarakat diminta tidak menganggap Presiden tidak memahami persoalan nilai tukar rupiah karena pernyataan tersebut.

"Jadi jangan anggap Pak Presiden enggak ngerti. Pak Presiden ngerti betul tentang rupiah. Cuman kan konteksnya di sana waktu kemarin itu," ujar Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi