Langkah taktis diambil oleh pemerintah bersama Bank Indonesia dalam meredam tekanan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi secara terus-menerus. Sinergi kedua lembaga ini diwujudkan melalui peluncuran lima strategi utama untuk menjaga stabilitas mata uang domestik di Jakarta.
Dikutip dari Suara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam posisi yang kokoh di tengah depresiasi rupiah. Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan instrumen fiskal demi memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada. Jadi ke depan kita akan focus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat," ujar Menkeu di Jakarta yang dikutip Minggu (7/6/2026).
Evaluasi terhadap situasi terkini dilakukan dalam pertemuan koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan ekonomi. Pertemuan tersebut merumuskan sejumlah langkah strategis demi menjaga ketahanan kurs rupiah.
Strategi pertama difokuskan pada penguatan keselarasan kebijakan fiskal dan moneter. Sinkronisasi yang erat antara kementerian keuangan dan bank sentral dinilai menjadi kunci utama agar dampak kebijakan terhadap perekonomian nasional berjalan efektif.
Fokus berikutnya adalah mempererat koordinasi penanganan stabilitas nilai tukar. Langkah ini krusial mengingat fluktuasi kurs mata uang berpengaruh langsung pada pergerakan inflasi, arus investasi, serta dinamika aktivitas ekonomi makro.
Langkah ketiga dilakukan dengan mengoptimalkan daya tarik imbal hasil dari berbagai instrumen keuangan domestik. Upaya ini dirancang untuk memicu aliran modal asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri, sehingga mempertebal pasokan valuta asing penopang rupiah.
Daya saing aset keuangan domestik terus dipacu agar tetap diminati investor global di tengah ketatnya kompetisi pasar modal internasional. Selain menarik modal luar, kecukupan likuiditas di pasar uang dan industri perbankan nasional turut dipastikan tetap terjaga.
Ketersediaan likuiditas yang mumpuni memegang peranan penting dalam menyokong stabilitas sistem keuangan serta memperlancar penyaluran pembiayaan bagi sektor usaha. Likuiditas yang sehat juga efektif meminimalisasi potensi gejolak akibat tekanan eksternal.
Menkeu memaparkan bahwa pemulihan posisi rupiah memiliki implikasi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar komoditas pasar keuangan. Kurs yang stabil mampu menekan biaya produksi industri, terutama manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor.
Melalui skema tersebut, potensi lonjakan harga barang di pasar dapat diredam sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi dengan harga yang lebih terjangkau. Seluruh sinergi kebijakan ini bermuara pada perlindungan stabilitas ekonomi secara menyeluruh dari skala makro hingga rumah tangga.