Pemerintah Indonesia berencana mempercepat realisasi belanja negara pada kuartal II/2026 untuk mempertahankan tren positif pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi ini diambil mengingat tidak adanya momentum hari raya keagamaan besar pada periode tersebut yang biasanya menjadi motor utama konsumsi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa belanja pemerintah memiliki peran krusial sebagai penopang ekonomi, berkaca pada hasil positif yang dicapai pada kuartal sebelumnya. Ia berharap instrumen ini kembali menjadi penggerak roda ekonomi yang dominan.
"Untuk pertumbuhan di kuartal II memang salah satu yang kita akan genjot adalah belanja pemerintah. Karena tahun lalu basis belanja pemerintah rendah, dan kuartal I kemarin belanja pemerintah menjadi penopang, dan ini juga akan menjadi penopang di kuartal II," ujar Airlangga, dikutip dari DDTCNews pada Sabtu (9/5/2026).
Upaya menjaga daya beli masyarakat juga dilakukan melalui penyaluran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut keterangan Airlangga, proses pencairan dana tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang guna menstimulasi konsumsi domestik.
Selain itu, pemerintah tengah mematangkan sejumlah kebijakan insentif tambahan, termasuk subsidi bagi pembelian sepeda motor listrik. Skema insentif ini nantinya akan dikonsultasikan dan dilaporkan terlebih dahulu kepada presiden sebelum diimplementasikan secara resmi.
Meski langkah-langkah strategis telah dipersiapkan, pemerintah belum merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi secara spesifik untuk periode kuartal II/2026. Airlangga memilih untuk fokus pada pencapaian kuartal I yang dinilai sangat baik.
"Mengenai kuartal II belum bikin proyeksi. Jadi kita kuartal I dulu saja yang Indonesia berhasil katakanlah meng-out beat ekspektasi dari berbagai lembaga jadi ini satu hal yang positif ya," ucap Airlangga.
Berdasarkan data pemerintah, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 tercatat mencapai angka 5,61 persen. Capaian tersebut diklaim melampaui prediksi banyak lembaga internasional dan menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menyambut periode Lebaran.
Airlangga menegaskan bahwa posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini merupakan salah satu yang tertinggi jika dibandingkan dengan anggota G-20 lainnya yang telah merilis data statistik mereka.
"Pertumbuhan kita yang 5,61% ini adalah tumbuh di atas beberapa negara G-20. Memang dari G-20 ini ada yang belum keluar, India, tetapi di antara negara yang keluar termasuk China, Singapura, Korsel, Arab Saudi, Amerika Serikat, kita yang tertinggi," imbuh Airlangga.