Pemerintah Intervensi Penurunan Harga Ayam dan Telur Tingkat Peternak

Pemerintah Intervensi Penurunan Harga Ayam dan Telur Tingkat Peternak

Pemerintah berupaya mengatasi anjloknya harga daging ayam hidup dan telur ayam ras di tingkat produsen yang berada di bawah Harga Acuan Pembelian dalam Rapat Pengendalian Inflasi di Jakarta pada Minggu (18/5/2026).

Dilansir dari Nasional, fluktuasi harga komoditas pangan masih membayangi pasar domestik meskipun tingkat inflasi tahunan per April 2026 relatif aman pada level 2,42 persen. Tekanan ekonomi eksternal seperti pergerakan nilai tukar dan harga minyak dunia ditengarai ikut memengaruhi stabilitas nasional.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan bahwa distribusi komoditas cabai merah masih mengalami hambatan di lapangan walau status produksinya sudah swasembada. Selain itu, pengawasan ketat tetap diarahkan pada komoditas beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, hingga daging sapi.

"Masih dominan itu masalah cabai merah, ini pastinya masalahnya distribusi. Kemudian minyak goreng, bawang merah, gula pasir, beras relatif terkendali," kata Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.

Intervensi dari Perum Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian Pertanian berhasil menurunkan harga daging ayam ras di 232 daerah serta telur ayam ras di 246 daerah pada minggu kedua Mei 2026. Namun, kebijakan ini berdampak pada penurunan harga di tingkat produsen.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa menjelaskan harga ayam hidup kini senilai Rp 22.783 per kg atau 8,87 persen di bawah acuan, sedangkan telur ayam ras tercatat Rp 24.356 per kg atau 8,09 persen di bawah acuan.

"Ini sudah berteriak teman-teman peternak, ini di bawah HAP tapi harus naikkan lagi, tentu akan berdampak pada IPH," ujar I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan.

Guna meredam kerugian peternak, pemerintah mendorong penyerapan hasil ternak serta menyalurkan subsidi jagung pakan melalui skema SPHP seharga Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kg. Hingga 17 Mei 2026, Perum Bulog telah mendistribusikan 5,97 ribu ton jagung SPHP dengan wilayah serapan terbesar di Jawa Timur.

Artikel terkait

Rekomendasi