Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian menyiapkan strategi penanganan dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap masyarakat desa dan pasar keuangan pada Selasa (19/5/2026).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa penurunan nilai mata uang ini memengaruhi warga pedesaan melalui komoditas impor, namun di sisi lain memicu lonjakan nilai ekspor sektor pertanian negara.
Berdasarkan data yang dilansir dari Money, nilai ekspor pertanian pada tahun 2025 meningkat sebesar 28,26 persen hingga mencapai angka Rp 166 triliun, sementara angka impor sektor pertanian justru turun 9,66 persen menjadi Rp 41 triliun.
"Yang dimaksud presiden pelemahan ini tentu ada pengaruhnya pada masyarakat desa. Katakanlah bawang putih ada pengaruhnya karena impor. Tapi berapa komoditas kita yang juga melakukan ekspor," terang Amran dikutip dari Kontan, Selasa (19/5/2026).
Amran menegaskan bahwa kondisi ini memberikan efek positif yang lebih besar bagi para petani di daerah pedesaan.
"Inilah yang dimaksud presiden. Ada dampaknya iya, tapi dampak positifnya di desa juga ada. Desa itu petani kan? Dampak positifnya lebih tinggi," jelas Amran.
Untuk meringankan beban masyarakat kecil, pemerintah juga memotong harga pupuk subsidi hingga 20 persen serta memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak subsidi.
"Tapi ingat, BBM subsidi kan Tidak naik. Iya kan? Pupuk bahkan turun," ungkap Amran.
Langkah stabilisasi moneter kemudian diperkuat oleh Kementerian Keuangan melalui penyediaan cadangan kas sebesar Rp 420 triliun untuk melakukan intervensi langsung di pasar obligasi melalui pembelian kembali Surat Berharga Negara secara rutin.
"Saya punya Rp 420 triliun cash yang bisa saya bisa putar di sana (pasar obligasi), jadi cukup bisa berkesinambungan dilakukan," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (19/5/2026).
Purbaya memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak lebih stabil dalam beberapa pekan ke depan seiring masuknya investor asing ke pasar surat utang.
"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga jadi harusnya sih ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari bond market," jelasnya.
Guna melancarkan aksi intervensi harian tersebut, Kementerian Keuangan mengalokasikan suntikan dana sebesar Rp 2 triliun per hari yang bersumber sepenuhnya dari dana cadangan kas tanpa mengganggu pos anggaran negara lainnya.
"Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari," katanya.