Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengaktifkan Bond Stabilization Fund dengan mengucurkan dana sebesar Rp2 triliun per hari untuk melakukan intervensi aktif di pasar obligasi negara. Langkah taktis ini diambil pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (18/5/2026) menyusul pelemahan kurs rupiah yang menyentuh level Rp17.668 per dolar AS.
Data Reuters pada Senin (18/5/2026) menunjukkan mata uang rupiah merosot ke posisi Rp17.645 per dolar AS atau melemah 1,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini melampaui level psikologis Rp17.500 dan melewati level Rp16.800 yang menjadi titik terburuk krisis moneter tahun 1998, hingga memicu gelombang meme di media sosial serta desakan parlemen agar otoritas bank sentral mundur.
Selain mata uang yang tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 4 persen ke level 6.400-an sebelum akhirnya ditutup pada level 6.599 pada perdagangan yang sama. Kendati terjadi guncangan hebat di pasar keuangan, pemerintah menegaskan bahwa indikator fundamental ekonomi domestik masih mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 5,6 persen pada triwulan pertama tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa alokasi dana stabilisasi tersebut memanfaatkan skema pengelolaan kas negara guna membeli Surat Berharga Negara yang dilepas oleh investor asing.
"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil," kata Menkeu Purbaya Yudi Sadewa saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, setelah menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto pada Senin.
Purbaya menambahkan bahwa otoritas fiskal memutar instrumen kas ini secara konsisten guna memulihkan kepercayaan para pelaku pasar modal.
"Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari," kata Purbaya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/5/2026).
Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini menjamin penempatan dana tersebut aman karena hanya dialihkan ke dalam instrumen investasi obligasi pemerintah.
"Kan duitnya enggak hilang, cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi," katanya.
Sentimen positif tersebut diharapkan mampu menahan arus keluar modal asing sekaligus menjaga stabilitas tingkat pengembalian investasi surat utang.
"Kalau sentimen positif di situ (bond market), biasanya asing juga ikut masuk dan Rupiah cenderung terkendali, kenapa? karena uangnya enggak keluar lagi. Yang asing enggak jual bond dan kabur keluar. Karena Bond-nya stabil harganya," kata Purbaya.
Purbaya memproyeksikan perbaikan harga obligasi berpotensi memberikan keuntungan sekunder bagi pengelolaan portofolio negara.
"Karena bond-nya stabil harganya. Artinya kalau stabil, kalau memang yieldnya turun kita targetkan bisa turun, kalau yield-nya turun kan berarti harga bond-nya naik. Nanti ada potensi capital gain, jadi harusnya sih pasar bond kita menarik," tambahnya.
Bendahara negara saat ini masih menghitung durasi pelaksanaan intervensi dengan mengandalkan cadangan likuiditas kas pemerintah yang melimpah.
"Kita lihat seberapa jauh kita butuhkan masuk ke sana. Kan saya punya Rp 420 triliun cash yang bisa saya putar di sana, bisa saya putar uang cash saya ke sana, jadi cukup bisa berkesinambungan dilakukan," katanya.
Namun, Purbaya tidak bersedia memberikan rincian mekanis mengenai tata cara pelaksanaan stabilisasi pasar surat utang tersebut.
"Nanti itu. Itu strategi kita sendiri," tuturnya.
Purbaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena kondisi ketahanan fiskal serta fundamental ekonomi nasional dinilai sangat kokoh.
"Enggak usah takut, fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026).
Purbaya memaparkan struktur pendorong pertumbuhan ekonomi domestik triwulan pertama yang ditopang oleh berbagai sektor riil.
"Kalau kita lihat dengan pangsanya, sebenarnya kalau lihat dari 5,6 itu, mungkin 2,9 dari belanja konsumen, 1,7 dari investasi, 1,3 itu dari belanja pemerintah. Jumlahnya nanti ke arah 6 sana, ada juga export import ya. Jadi gitu caranya," sambung dia.
Daya beli masyarakat yang kuat menjadi indikator utama bahwa perputaran ekonomi di tingkat akar rumput tidak terganggu.
"Yang men-drive dan memberi kontribusi menyumbang terbesar ke pertumbuhan adalah belanja masyarakat, artinya daya belinya masih cukup bagus. Jadi jangan khawatir," kata dia.
Purbaya menilai akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional merupakan hasil nyata dari langkah antisipasi yang disiapkan oleh kepala negara.
"Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5,6 (persen) ketika perekonomian global lagi guncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Bapak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden," kata dia.
Purbaya menegaskan fokus pembicaraan dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri kabinet lebih menekankan pada penguatan strategi komunikasi pasar.
"Tidak soal rupiah. Rupiah cuma ditanya gimana kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus enggak ada masalah, fondasi ekonomi betul-betul bagus. Cuma nanti sosialisasi sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor juga seperti apa, gitu aja," beber dia.
Purbaya juga meminta para pelaku pasar modal domestik tidak panik merespons penurunan indeks saham karena momentum ini menjadi peluang investasi.
"Ngak apa-apa, nanti kita perbaiki. Kan fondasi ekonominya kan bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja. Jadi, saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu," beber Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).
Purbaya menepis kekhawatiran publik yang menyamakan situasi pelemahan nilai tukar saat ini dengan kondisi krisis finansial masa lalu.
"Oh ini kan banyak sentimen. Kalau Rupiah melemah seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda 1998 itu kebijakannya salah," ujar Purbaya.
Ketiadaan indikator resesi menjadi pembeda utama yang memberikan ruang gerak luas bagi pemerintah untuk memulihkan pasar keuangan.
"Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," beber Purbaya.
Purbaya menyarankan para penanam modal memanfaatkan koreksi harga saham saat ini untuk melakukan akumulasi pembelian.
"Jadi, teman-teman nggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang. Jadi, jangan lupa beli saham," kata Purbaya.
Purbaya kemudian memberikan klarifikasi mengenai pernyataan presiden sebelumnya terkait penggunaan mata uang dolar di wilayah pedesaan.
"That was just to cheer up the people there. The context is that it was in a village, so it’s all right to speak like that," kata Purbaya kepada korporasi media asing The Straits Times.
Purbaya kembali menegaskan posisi kesehatan anggaran pendapatan dan belanja negara di hadapan para jurnalis.
"The fundamentals of our economy are good, our fiscal (health) is good," tambah dia.
Purbaya kembali menyatakan keyakinannya bahwa seluruh instrumen keuangan negara berada dalam postur yang aman.
"(The president) just asked how the economy is, and (I said) that it’s good, the budget is also good, our economic fundamentals are really good." kata Purbaya.
Di sisi lain, otoritas bank sentral turut menyuarakan optimisme senada mengenai prospek pergerakan nilai tukar rupiah kedepan.
"Yakin stabil," kata Perry singkat saat meninggalkan Istana.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan dalam dengar pendapat bersama DPR bahwa fluktuasi rupiah dipengaruhi oleh pola musiman kuartalan.
"If we look at it year by year, the rupiah is generally under pressure in April, May, and June," kata Perry saat memberikan keterangan di parlemen.
Perry memproyeksikan bahwa nilai tukar mata uang domestik akan berbalik menguat pada paruh kedua tahun berjalan berdasarkan estimasi tren data historis.
"But it will strengthen in July and August. If we look at the graph, it will. That’s why we’re still confident." kata Perry.
Di tengah tekanan eksternal ini, sektor pariwisata Indonesia mendapatkan dampak positif berupa kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara khususnya ke wilayah Batam. Kementerian Pariwisata mencatat arus kedatangan turis asing pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 8,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.